Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: dok Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: dok Kemenko Perekonomian

Airlangga: Stabilisasi Harga hingga Perlinsos Jadi Langkah Hadapi Krisis Pangan

Antara • 02 Agustus 2022 15:02
Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah menyiapkan beberapa langkah untuk menghadapi krisis pangan seperti stabilisasi harga hingga belanja perlindungan sosial.
 
"Langkah penting ke depan adalah stabilitas harga dengan menjaga komoditas pangan, kemudian belanja perlindungan sosial,” kata Menko Airlangga Hartarto, dalam acara Mid-Year Economic Outlook 2022, dilansir dari Antara, Selasa, 2 Agustus 2022.
 
Selain stabilisasi harga dan belanja perlindungan sosial, Menko, menuturkan langkah menghadapi krisis pangan turut dilakukan dengan menambah pasokan komoditas pangan seiring adanya supply disruption.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal tersebut seiring dengan Presiden Joko Widodo yang mengarahkan agar ketahanan dan produksi dari beberapa komoditas penting seperti padi, jagung, dan kedelai, dapat terus ditingkatkan.
Baca: Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN Jadi Modal Antisipasi Gejolak Global

Tak hanya itu, peran dan fungsi dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dan Badan Pangan turut diperkuat agar dapat mendukung upaya pengendalian inflasi pangan dalam negeri.
 
Upaya lainnya adalah dengan memperbaiki distribusi logistik agar pasokan komoditas termasuk jagung untuk tetap terjaga di berbagai daerah di Indonesia. Menko Airlangga menegaskan sinergi antardaerah menjadi kunci untuk memastikan tidak adanya gangguan pasokan maupun dalam memantau harga agar tetap terjangkau.
 
“Kerja sama antardaerah penting untuk menjaga dan monitoring agar harga terjangkau, barang tersedia, distribusi lancar dan komunikasi dengan publik,” tegasnya.
 
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan inflasi komponen pangan bergejolak pada Juli 2022 yang mencapai 11,47 persen (yoy) atau tertinggi sejak Januari 2014 yang sebesar 11,91 persen (yoy).

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif