Ekonomi Indonesia. Foto : MI.
Ekonomi Indonesia. Foto : MI.

Pemerintah Diminta Waspadai Kenaikan Inflasi Tahun Ini

Ekonomi Inflasi UMKM Ekonomi Indonesia konsumsi rumah tangga
Eko Nordiansyah • 04 Mei 2022 12:08
Jakarta: Pergerakan dan konsumsi masyarakat selama libur Idulfitri tahun ini diyakini akan berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi. Namun begitu ada yang perlu diwaspadai oleh pemerintah yaitu kenaikan inflasi disebabkan oleh beberapa hal.
 
Ketua Bidang Kajian Akuntansi dan Perpajakan Asosiasi Emiten Indonesia Ajib Hamdani mengatakan indikator positif ekonomi ini mempunyai potensi masalah, yaitu adanya potensi inflasi yang juga bisa terus naik di atas target dan asumsi awal pemerintah.
 
"Ada dua hal yang membuat inflasi ini terus tereskalasi. Faktor pertama adalah karena memang ekonomi yang sedang menemukan keseimbangan pasca pandemi," kata dia dalam keterangan resminya, Rabu, 4 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan supply dan demand juga sedang mengalami kontraksi, sehingga menimbulkan gejolak harga-harga di beberapa komoditas strategis, misalnya minyak goreng, kedelai, BBM, barang-barang produksi impor, sehingga membuat multiplier effect terhadap kenaikan harga-harga secara umum.
 
Faktor kedua, adalah kebijakan pemerintah yang cenderung kurang tepat waktunya. Misalnya menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen mulai 1 April 2022 yang secara psikologis akan membuat kenaikan secara konstan untuk barang-barang konsumsi.
 
"Karena dua hal utama ini, inflasi pada akhir 2022, bisa terdongkrak di kisaran 3,3 persen sampai dengan 3,6 persen. Lebih tinggi dari target awal pemerintah di angka tiga persen," ungkapnya.
 
Meskipun dalam kondisi ekonomi yang sedang banyak fluktuasi ini, Ajib menyebut, Presiden Joko Widodo telah membuat beberapa arahan agar ekonomi bisa tetap berjalan dengan konstan dan terkendali. Pertama, komitmen untuk melakukan belanja melalui APBN, APBD ataupun BUMN untuk produk dalam negeri.
 
Ia mengatakan kebijakan ini tentunya akan mendorong gairah ekonomi dalam negeri dan menghidupkan UKM yang menjadi penopang signifikan dalam ekonomi nasional kita. Sementara arahan kedua adalah percepatan hilirisasi industri dalam negeri.
 
"Arahan ini tentunya bermanfaat agar semakin optimal nilai tambah yang bisa dilakukan dalam ekosistem ekonomi Indonesia, dan manfaatnya dirasakan oleh para pelaku ekonomi dalam negeri. Kuncinya adalah bagaimana arahan-arahan presiden ini diterjemahkan menjadi program-program nyata di lapangan," pungkas dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif