Inflasi ekonomi indonesia. Foto : MI.
Inflasi ekonomi indonesia. Foto : MI.

Meski Lebih Tinggi, Bos LPS Tak Khawatir dengan Kenaikan Inflasi

Eko Nordiansyah • 18 Mei 2022 14:25
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tak khawatir dengan kenaikan inflasi yang terjadi. Pasalnya inflasi di Indonesia masih tergolong rendah meskipun tercatat mengalami kenaikan dibandingkan dengan periode sebelumnya.
 
Purbaya mengakui saat ini Indonesia masih banyak menghadapi ketidakpastian global. Salah satu yang perlu menjadi perhatian adalah kenaikan inflasi seperti yang terjadi di beberapa negara di tengah kenaikan harga kebutuhan pangan maupun energi di pasar internasional.
 
"Yang mungkin Anda takutkan adalah inflasi dalam negeri naik karena BBM atau apa akan naik. Tapi kita lihat angka inflasi kita terakhir hanya 3,74 persen. Naik dibanding sebelumnya, tetapi untuk Indonesia itu angka yang historically low," kata dia dalam Fortune Indonesia Summit 2022 di Hotel Westin, Jakarta, Rabu, 18 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan inflasi di Indonesia pada 10 tahun lalu biasa di angka enam atau tujuh persen. Dengan begitu, Purbaya menilai, kenaikan inflasi yang saat ini masih tetap terjaga tidak perlu dikhawatirkan karena masih di bawah dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.
 
"Jadi angka ini bukanlah angka kiamat. Malah kalau dibandingkan negara maju Amerika delapan persen, Eropa hampir sembilan persen. Jadi kebalikan, angkanya kita seperti negara maju waktu itu, mereka sebagai negara berkembang. Jadi kondisi ini menggambarkan bahwa kita masih cukup baik dari sisi fundamental perekonomiannya," ungkap dia.
 
Menurut dia, pemerintah akan berhati-hati dalam menaikan harga disesuaikan dengan timing dan adjustment yang tepat. Purbaya mengungkapkan, kenaikan inflasi ini juga tidak akan mendorong bank sentral dalam menaikkan suku bunga acuan. Kendati Bank Indonesia (BI) juga akan sangat hati-hati.
 
"Bank sentral juga sama. Kita bertanya-tanya. Menaikkan suku bunga adalah langkah terakhir kalau mungkin inflasinya tak kira-kira naiknya. Tetapi mungkin kalau lima (persen) saja misalnya ya, harusnya tidak apa-apa. Apalagi kalau pemerintah bilang kita akan kendalikan kenaikan harga. Jadi harusnya ancaman itu juga bisa dikendalikan," pungkasnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif