Menkeu Sri Mulyani. MI/SUSANTO.
Menkeu Sri Mulyani. MI/SUSANTO.

Sistem Keuangan Triwulan I Terjaga Baik

Ekonomi pasar keuangan
Ilham wibowo • 23 April 2019 22:52
Jakarta: Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) telah melakukan rapat berkala pemantauan dan pemeliharaan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) pada triwulan I 2019. Hasil rapat menyimpulkan SSK berjalan dengan baik.
 
"Dalam rapat, KSSK menyimpulkan SSK triwulan I 2019 terjaga dengan baik," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.
 
Wanita yang akrab disapa Ani ini mengatakan kesimpulan ini berdasarkan hasil pemantauan Lembaga anggota KSSK terhadap perkembangan perekonomian, moneter, fiskal, pasar keuangan, lembaga jasa keuangan dan penjaminan simpanan. Faktor pelaksanaan pesta demokrasi yang berlangsung aman dan damai juga turut meningkatkan kepercayaan publik terhadap SSK.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KSSK mencermati beberapa potensi risiko khususnya yang berasal dari perekonomian global, yaitu pelemahan pertumbuhan ekonomi global dan penurunan volume perdagangan dunia, sebagaimana menjadi perhatian dalam Spring Meetings 2019 International Monetary Fund - World Bank. Dari sisi domestik, tantangan yang dihadapi yakni menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dengan memacu investasi dan ekspor dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.
 
"KSSK terus memperkuat koordinasi kebijakan moneter, fiskal, makroprudensial, mikroprudensial, dan penjaminan simpanan untuk mempertahankan stabilitas ekonomi serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," kata Ani.
 
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan di bidang moneter BI memfokuskan kebijakan suku bunga dan nilai tukar untuk memperkuat stabilitas eksternal perekonomian. Hal ini dilakukan khususnya guna mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik.
 
Selama triwulan I 2019 BI mempertahankan suku bunga acuan (BI7DRR) sebesar 6,00 persen. Bersamaan dengan itu BI juga menempuh berbagai kebijakan yang lebih akomodatif untuk mendorong permintaan domestik antara lain melalui strategi operasi moneter untuk meningkatkan ketersediaan likuiditas di pasar melalui transaksi term-repo secara regular dan terjadwal, disamping FX Swap.
 
BI juga memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan menaikkan kisaran batasan Rasio Intermediasi makroprudensial menjadi 84-94 persen. Kemudian mengakselerasi pendalaman pasar keuangan melalui penguatan market conduct dan penerbitan ketentuan pelaksanaan instrumen derivatif suku bunga Rupiah.
 
"Memperkuat kebijakan sistem pembayaran dengan memperluas elektronifikasi penyaluran bansos, transportasi, dan keuangan pemerintah daerah dan mempersiapkan QR lndonesia Standard (QRIS) sebagai standar QR code payment di Indonesia untuk memperluas interkoneksi dalam mendukung ekosistem ekonomi keuangan digital," paparnya.
 
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memandang bahwa SSK masih terjaga dengan baik yang didukung oleh tingkat permodalan dan likuiditas Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yang memadai. Kinerja intermediasi LJK juga tumbuh positif dengan tingkat risiko yang manageable.
 
"OJK mendukung peran aktif dari sektor jasa keuangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, antara Lain dengan memperluas pendalaman pasar, meningkatkan kapasitas pelaku di industri keuangan, dan mengembangkan program pembiayaan sektor jasa keuangan yang berkelanjutan," ungkapnya.
 
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah menilai tren kenaikan suku bunga simpanan secara umum sudah melandai dan stabil, sejalan dengan membaiknya kondisi likuiditas perbankan. Selanjutnya LPS juga melakukan pemantauan dari sisi coverage penjaminan baik nominal dan rekening di mana data terakhir dinilai masih memadai untuk mendukung kepercayaan nasabah kepada sistem perbankan.
 
"Stabilitas sistem keuangan normal, tidak terdapat pergerakan dana yang luar biasa. Berarti kebijkan masyarakat terhadap keamanan simpanan mereka tetap tinggi di perbankan nasional," ujarnya.
 

(SAW)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif