Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Pemerintah Evaluasi Pajak Properti Mewah

Ekonomi properti pajak barang mewah
Husen Miftahudin • 17 Desember 2018 17:06
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani akan mengevaluasi besaran tarif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sektor properti. Hasil evaluasi nantinya diharapkan mampu mendorong geliat pertumbuhan properti Tanah Air.
 
"Kita sudah ketemu Kadin (Kamar Dagang dan Industri) dari sektor konstruksi dan properti untuk masukan mengenai kebijakan bidang perpajakan, diharapkan bisa meningkatkan dari kegiatan di sektor properti. Kita akan evaluasi mengenai PPnBM untuk properti maupun sektor kapal," ujar Sri Mulyani usai menghadiri acara Property Outlook 2019 di Kementerian Keuangan, Jalan Dr Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Senin, 17 Desember 2018.
 
Saat ini, aku dia, pemerintah tengah memikirkan instrumen fiskal yang tepat untuk mengurangi konsumsi lewat tarif cukai. Sementara, pengenaan tarif PPnBM fokusnya ditujukan untuk mengurangi konsumsi barang-barang mewah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Namun pada saat yang sama kita juga harus evaluasi dari sisi pengaruh kegiatan ekonomi ke sektor atau komoditas PPnBM ini. Plus minusnya kita evaluasi secara baik," bebernya.
 
Evaluasi tarif pajak properti kelas menengah atas diharapkan mampu memberi sumbangan yang optimal bagi perekonomian nasional.
 
"Sementara properti yang sifatnya kecil untuk masyarakat berpendapatan rendah, kita fokus dengan instrumen fiskal seperti FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) maupun berbagai kegiatan yang dilakukan melalui pembangunan rumah murah," pungkas Sri Mulyani.
 
Saat ini, PPnBM properti mewah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35 Tahun 2017. Tarif PPnBM ditetapkan sebesar 20 persen dari nilai jual.
 
Pajak ini berlaku untuk rumah dan town house dari jenis nonstrata title dengan harga jual sebesar Rp20 miliar atau lebih. Bagi apartemen dan kondominium jenis strata title berlaku dengan harga jual minimal Rp10 miliar.
 

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif