"Sangat-sangat baik, Kami mengapresiasi dimungkinkannya APBNP sebelum Januari. Kami sudah berkomunikasi dengan fraksi pendukung. Insya Allah bisa diterima DPR," ujar Rini usai bertemu Menko Perekonomian Chairul Tanjung di kantor Kementerian Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2014).
Hal senada diungkapkan Deputi Tim Transisi Hasto Kristianto. Ia menilai dengan dimungkinkannya pembahasan APBNP 2015 lebih awal, tentunya memberikan kesempatan pada pemerintah terpilih untuk mempersiapkan implementasi program kerja seperti yang dijanjikan ketika kampanye.
"Ruang yang diberikan untuk mempercepat pembahasan APBNP 2015 pada November-Desember memberikan adanya ruang yang dibuka. Tentu tim Jokowi bisa mempersiapkan sebaik-baiknya agar janji-janji kampanye terpenuhi," ujar Hasto.
Dalam Rancangan APBN 2015, Hasto menyebutkan pemerintah SBY memberikan ruang fiskal sebesar Rp180 triliun. Alokasi tersebut masih akan dibahas bersama legislatif agar bisa diubah sesuai dengan kebutuhan program kerja pemerintah terpilih.
"Alokasi Rp180 triliun ada proses dialog alokasi. Yang jelas, ruang fraksi partai pendukung semakin terbuka," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, CT menegaskan pihaknya bersama Badan Anggaran DPR telah menjajaki kemungkinan untuk membahas APBNP 2015 yang awalnya akan dilakukan pada Januari untuk bisa dimajukan.
"Kami mengharapkan agar fraksi pendukung memperjuangkan anggaran dan program-program Jokowi. Sehingga, bisa lebih cepat dieksekusi pada awal tahun tanpa harus menunggu pembahasan di legislatif," pungkasnya. (Suci Sedya Utami)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News