Ilustrasi Bea dan Cukai - - Foto: Antara/ M N Kanwa
Ilustrasi Bea dan Cukai - - Foto: Antara/ M N Kanwa

Bea Cukai Kucurkan Insentif Fiskal Rp1,48 triliun Selama Covid-19

Ekonomi insentif fiskal bea cukai Berita Virus Corona Hari Ini
Antara • 27 Mei 2020 19:53
Jakarta: Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menggelontorkan total Rp1,48 triliun insentif fiskal selama covid-19. Insentif tersebut berupa pembebasan bea masuk dan cukai serta pungutan pajak kepada importir yang mendatangkan kebutuhan penanganan virus korona.
 
"Kemenkeu melalui Bea Cukai telah memberikan berbagai insentif fiskal dan prosedural guna mengembalikan penurunan kinerja perekonomian akibat dampak virus corona," kata Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat dikutip dariAntara, di Jakarta, Rabu, 27 Mei 2020.
 
Syarif merinci insentif sebesar Rp602,61 miliar berupa pembebasan bea masuk dan cukai, tidak dipungut pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM). Tarif ini dikecualikan dari pungutan pajak penghasilan (PPh) pasal 22 Impor sejak 13 Maret-19 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selanjutnya, sebesar Rp882,63 miliar insentif berupa pembebasan PPh pasal 22 untuk relaksasi kepada perusahaan pengguna fasilitas Kawasan Berikat (KB) dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) sejak 1 April hingga 26 April 2020.
 
Fasilitas impor juga diberikan dengan skema Surat Keterangan Asal (SKA) dengan negara-negara mitra ASEAN. Secara rata-rata jumlah importasi yang menggunakan SKA dibandingkan total devisa impor pada 2020 berada pada kisaran 33 persen.
 
Importasi komoditi pangan yang masuk dalam daftar 10 komoditas impor dengan SKA adalah gula dan kembang gula yang berasal dari Australia, Tiongkok, dan India.
 
Fasilitas-fasilitas yang dimanfaatkan importir itu melalui beberapa skema di antaranya, barang hibah bagi yayasan atau lembaga sosial sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 70. Kemudian, skema barang yang diimpor Pemerintah Pusat dan Daerah (PMK 171), barang penanggulangan COVID-19 sesuai lampiran huruf A (PMK 34), dan non-fasilitas.
 
Total nilai impor barang untuk penanganan virus corona yang mendapatkan fasilitas fiskal hingga 19 Maret 2020 mencapai Rp2,74 triliun dengan barang yang paling banyak diimpor adalah masker sebanyak 106,5 juta lembar dari sejumlah negara.

 
"Bea Cukai berkomitmen untuk melayani masyarakat 24 jam, tujuh hari dan memberikan berbagai kemudahan melalui fasilitas dan relaksasi kebijakan di tengah kondisi pandemi covid-19, serta tetap menjalankan fungsi pengawasan," pungkas dia.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif