Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: dok AFP

Sri Mulyani Sebut Indonesia Selalu Berhasil Tangani Krisis

Ekonomi Sri Mulyani Ekonomi Indonesia Krisis Ekonomi pandemi covid-19
Eko Nordiansyah • 31 Oktober 2020 12:00
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bangsa Indonesia selama ini tak pernah gagal dalam menghadapi krisis ekonomi. Berbagai krisis sudah pernah dilewati, termasuk tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19.

"Setiap krisis, bangsa Indonesia selalu mampu keluar dari krisis dan menjadi lebih baik. Kita juga akan berjuang dalam menghadapi situasi hari ini dengan semangat yang sama," katanya dalamUpacara Peringatan Hari Oeang ke-74di Jakarta, Sabtu, 31 Oktober 2020.
 
Sebagai refleksi masa lampau, ia menceritakan sejarah panjang perjalanan ekonomi Indonesia. Penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI) pada 30 Oktober 1946 membuka era baru bagi kedaulatan ekonomi nasional.
 
Sebab terbitnya ORI menandai lahirnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai institusi untuk pengelolaan keuangan dan kekayaan negara. Hingga kini Kemenkeu bertanggung jawab mengemban amanah sebagai penjaga keuangan negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mulai dari situ, tantangan perekonomian yang kita hadapi adalah sangat berat. Perekonomian kita hancur akibat perang dan warisan dari penjajahan dan kas negara dalam situasi yang tiada. Kita mengalami era kolonialisasi yang kemudian menghancurkan perekonomian kita," jelas dia.
 
Meski demikian, upaya untuk membangun ekonomi Indonesia tidak selalu mudah. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengakui Indonesia pernah mengalami era nasionalisasi, kondisi hiperinflasi, krisis ekonomi dan keuangan 1998, hingga krisis global 2008.
 
Namun berkat berbagai tantangan tadi, Indonesia terus berbenah diri dan memperbaiki pengelolaan keuangan negara. Hal ini dibuktikan dengan penyempurnaan format APBN dari T-account ke I-account, implementasiaccrual based accountingdantreasury single account.
 
"Ini adalah sedikit dari berbagai banyak reformasi yang dilakukan di berbagai bidang, baik itu di sektor penerimaan pajak dan bea cukai, dan penerimaan negara bukan pajak, serta dari sisi belanja dan perencanaan belanja, serta dari sisi pembiayaan," pungkasnya.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif