Tol Layang Jakarta-Cikampek telah diresmikan Presiden Joko Widodo. Foto: Dok. Jasa Marga
Tol Layang Jakarta-Cikampek telah diresmikan Presiden Joko Widodo. Foto: Dok. Jasa Marga

2020, Pembiayaan Proyek dengan SBSN Sebesar Rp27,35 Triliun

Ekonomi kementerian keuangan sukuk ritel
Eko Nordiansyah • 23 Januari 2020 14:10
Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan pembiayaan proyek dengan menggunakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara tahun ini mencapai Rp27,35 triliun. Pembiayaan meliputi 17 unit eselon I di delapan Kementerian/Lembaga (K/L) untuk 728 proyek yang tersebar di 34 provinsi.
 
"Saat ini 2020, ada delapan K/L, tambahan satu K/L. Tahun lalu 619 proyek, tahun ini kita mencapai 728 proyek dibiayai SBSN," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Januari 2020.
 
Pada 2019, pembiayaan proyek SBSN sebesar Rp28,34 triliun, meliputi 16 unit eselon I di tujuh K/L untuk 619 proyek yang tersebar di 34 provinsi. Menurut Luky, pembiayaan proyek SBSN menjadi salah satu alternatif karena keterbatasan APBN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi salah satu fiturnya misalnya pembiayaan itu sudah ada underlying-nya dikaitkan dengan proyek. Kalau lihat ke belakang mulanya di 2013 itu mulai dengan value Rp800 miliar di satu proyek double track Cilacap, Kroya waktu itu. Itu Rp890 miliar di Kemenhub berkembang terus," jelas dia.
 
Meski begitu dirinya mengakui alokasi pembiayaan proyek SBSN tahun ini lebih rendah dari tahun lalu. Ini terjadi sesuai usulan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Apalagi skema ini hanya alternatif pembiayaan karena K/L tetap mendapat alokasi anggaran APBN.
 
"Kita kan ada usulan, kita rutin, kita review dapat angka Rp27,3 di 2020. Dari segi K/L tambah, proyek tambah, jadi bukan harus lihat nilai total besarnya tapi juga lihat justru proyeknya," ungkapnya.
 
Hingga 16 Januari 2020, penerbitan SBSN telah mencapai Rp1.230,44 triliun dengan outstanding sebesar Rp738,37 triliun, melalui metode penerbitan dengan cara lelang, bookbuilding, maupun private placement.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif