Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto : MI/Susanto.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto : MI/Susanto.

Lebih Tinggi, Defisit APBN Oktober Naik 1,8%

Ekonomi apbn defisit anggaran
Desi Angriani • 18 November 2019 14:52
Jakarta: Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Oktober 2019 melebar 1,8 persen atau sebesar Rp289,1 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut mendekati target dalam APBN sebesar 2,2 persen.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan defisit Oktober 2019 meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 1,56 persen terhadap PDB. Kenaikan defisit terjadi karena penerimaan dari sektor migas, PNBP pajak dan pajak non migas mengalami tekanan.
 
"Ini adalah kenaikan defisit yang cukup besar dibandingkan tahun lalu, posisi Oktober 1,56 persen terhadap PDB," kata Ani sapaannya dalam pemaparan APBN Kita di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 18 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ani menjelaskan realisasi penerimaan perpajakan sampai 31 Oktober 2019 baru mencapai 65,7 persen dari target APBN. Dari jumlah tersebut, realisasi PPh Migas tercatat sebesar Rp49,3 triliun dari target Rp66,2 triliun.
 
Kemudian realisasi pajak non migas hanya tumbuh 0,8 persen atau sebesar Rp969,2 triliun dari target Rp1.511,4 triliun. Peneriman kepabeanan dan cukai pun baru 74,4 persen atau setara Rp155,4 triliun dari target Rp208,8 triliun.
 
"Kenaikan defisit ini terjadi karena penerimaan terutama migas, PNBP baik pajak dan pajak non migas mengalami tekanan pada sektor primer dan sekunder," ungkap dia.
 
Adapun realisasi pendapatan negara baru 69,7 persen atau sebesar Rp1.508,9 triliun menjelang akhir tahun. Pendapatan negara tersebut berasal dari pendapatan dalam negeri dan penerimaan hibah.
 
Pada pendapatan dalam negeri, Kemenkeu mencatat jumlah penerimaan perpajakan yang terkumpul hingga akhir Oktober 2019 sebesar Rp1.173,9 triliun. Realisasi penerimaan perpajakan itu setara dengan 65,7 persen dari target.
 
Sementara, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp333,3 triliun. Angka ini setara 88,1 persen dari target dengan tingkat pertumbuhan hanya 3,2 persen. Kemudian penerimaan hibah hingga 31 Oktober 2019 tercatat sebanyak Rp1,7 triliun atau 395,5 persen dari target APBN.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif