Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

15 Proyek Strategis Nasional Rampung Selama Januari-Mei 2019

Ekonomi proyek strategis nasional
Eko Nordiansyah • 28 Mei 2019 06:02
Jakarta: Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyebut sudah 15 proyek strategis nasional yang dirampungkan selama periode Januari hingga Mei 2019. Dengan demikian, sejak ditetapkan pada 2016 lalu sudah 77 proyek strategis nasional yang diselesaikan dari target 223 proyek dan tiga program.
 
Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo memperkirakan 33 proyek akan selesai dan bisa diresmikan untuk mulai beroperasi pada kuartal III-2019 ditambah dua program. Selain itu ada sebanyak 106 proyek dengan satu program industri pesawat yang masih dalam tahap konstruksi.
 
"Sampai dengan Desember 2019, diperkirakan terdapat tujuh proyek tambahan yang akan selesai secara keseluruhan. Dengan demikian, pada akhir tahun secara akumulatif akan terdapat 96 proyek yang beroperasi secara keseluruhan," kata dia, dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin, 27 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, tahun ini pemerintah tidak menambah proyek strategis nasional sebagaimana arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Apalagi pemerintah mulai fokus untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memanfaatkan infrastruktur yang sudah dibangun selama ini.
 
"Karena pembangunan infrastruktur tidak lengkap tanpa SDM. Untuk pembangunan dan pengembangan kawasan industri atau kawasan pariwisata, misalnya, itu butuh kapasitas SDM untuk mengelola dengan baik," jelas dia.
 
Proyek Staregis Nasional (PSN) ditetapkan pertama kali melalui Perpres 3/2016 meliputi 225 proyek dan satu program, lalu direvisi pada 2017 melalui Perpres 58/2017 dengan 245 proyek dan dua program. Selanjutnya pemerintah kembali merevisi pada 2018 melalui Perpres 56/2018 dengan 223 proyek dan tiga program.
 
Adapun proyek strategis nasional yang sudah rampung selama periode Januari hingga Mei 2019 adalah Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (140,9 km)–bagian dari delapan ruas Trans Sumatera, dan Palapa Ring Broadband di 457 kabupaten/kota melalui pola non-KPBU.
 
Selain itu ada Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Provinsi Kalimantan, Kawasan Ekonomi Khusus Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus Morotai, Kawasan Ekonomi Khusus Belitung (Tanjung Kelayang), Bendungan Mila, Pembangunan Smelter Buli, Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, serta Bendungan Gondang.
 
Kemudian ada pembangunan Jalan Lingkar Trans Morotai sepanjang 231,84 kilometer (km), pembangunan jalan Palu–Parigi sepanjang 83,6 km, pembangunan jalan penghubung Gorontalo–Manado sepanjang 301,7 km, jalan Trans Maluku sebanyak tujuh ruas, dan pembangunan Smelter Kuala Tanjung.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif