Menteri Perindustrian Saleh Husin (MI/ROMMY PUJIANTO)
Menteri Perindustrian Saleh Husin (MI/ROMMY PUJIANTO)

Menperin Bidik Pertumbuhan Industri 6,1% di 2016

Eko Nordiansyah • 05 Januari 2016 15:22
medcom.id, Jakarta: Pertumbuhan ekonomi tahun ini diprediksi akan mengalami perbaikan dibandingkan tahun lalu. Hal ini sejalan dengan meredanya ketidakpastian dalam perekonomian global meski masih ada kemungkinan ada tekanan dari perekonomian Tiongkok dan jatuhnya harga komoditas.
 
Menteri Perindustrian Saleh Husin memprediksi, pertumbuhan industri di 2016 akan lebih baik dibandingkan pertumbuhan di tahun lalu. Selain karena perekonomian yang diprediksi membaik, kepercayaan investor juga diperkirakan akan semakin meningkat.
 
"Memang untuk industri tahun ini kita optimistis akan lebih baik dari tahun kemarin. Pada 2016 memang pertumbuhannya tidak terlalu jauh dari tahun lalu. Kalau tahun kemarin pertumbuhan industri 5,2 persen. Tentu prediksi kita di 2016 ini antara 5,6 hingga 6,1 persen," kata Saleh, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng Timur, Jakarta Pusat, Selasa (5/1/2016).

Dirinya tidak menampik bila secara nominal memang pertumbuhan industri belum bisa ditentukan secara pasti. Namun, berbagai cara tetap akan dilakukan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama dengan kementerian lain untuk mendorong pertumbuhan industri bisa lebih baik lagi.
 
Lebih lanjut, masih kata Saleh, sektor industri yang akan digenjot pemerintah adalah industri agro dan industri makanan dan minuman. Pasalnya, kedua sektor industri tersebut mengalami pertumbuhan cukup signifikan pada 2015 lalu.
 
"Tapi industri yang memang petumbuhannya cukup tinggi memang industri di bidang agro dan makanan dan minuman. Itu memang cukup tinggi. Pertumbuhannya lumayan antara enam sampai tujuh persen tapi kalau yang makanan minuman 8,9 sampai sembilan persen," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan