Gedung Kemenko Perekonomian (Foto: Setkab)
Gedung Kemenko Perekonomian (Foto: Setkab)

Pemerintah Berencana Salurkan KUR untuk Pensiunan

Ekonomi pertumbuhan ekonomi kur ekonomi indonesia
Nia Deviyana • 05 April 2019 07:17
Jakarta: Pemerintah tengah menggodok aturan terkait penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pensiunan. Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir melihat ada peluang yang besar dari para pensiunan untuk mengembangkan usaha.
 
"Kita melihat banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan swasta banyak mulai merintis usaha menjelang pensiun. Maka itu ada usulan untuk KUR pensiunan," ujar Iskandar usai mengisi diskusi di Forum Merdeka Barat 9, Jakarta Pusat, Kamis, 4 April 2019.
 
Adapun saat ini proposalnya sudah sampai pada tahap legal drafting. "Kalau tidak ada halangan kemungkinan April sudah keluar Permenko," terangnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada kesempatan yang sama Iskandar mengatakan realisasi penyaluran KUR terus meningkat dari tahun ke tahun. Permintaan KUR cukup tinggi seiring suku bunga yang relatif rendah. "Dengan (suku bunga) turun menjadi tujuh persen, permintaan terhadap KUR menjadi naik, sebelumnya suku bunga cukup tinggi," kata dia.
 
Iskandar menuturkan dari tahun ke tahun program KUR mengalami transformasi terutama terkait suku bunga. Pada 2007 ketika KUR pertama kali diluncurkan, suku bunganya masih cukup tinggi yakni 24 persen.
 
"Jadi saat dikucurkan pada 2007 (KUR) menggunakan sistem penjaminan, bunga diserahkan pada pasar, dengan bank sebagai penyalur. Maka tidak heran saat itu 24 persen suku bunganya. Kalau memang mau bantu usaha mikro, seharusnya jangan hanya menjamin kreditnya, tetapi juga harus terjangkau," terang Iskandar.
 
Dengan kondisi tersebut pemerintah mengeluarkan kebijakan subsidi agar suku bunga KUR bisa diturunkan, sekaligus menjaga keseimbangan mekanisme pasar. "Pada 2015 melalui kebijakan ekonomi, kita berikan subsidi sehingga mekanisme pasar tetap terjaga, di sisi lain kredit tidak memberatkan pelaku UMKM," imbuhnya.
 
Realisasi penyaluran KUR pada 2018 tercatat sebesar Rp120,35 triliun atau melampaui dari target yang sebesar Rp120 triliun. Adapun presentase Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah relatif kecil yakni 0,24 persen.
 
Mengacu pada wilayah, penyaluran KUR masih didominasi oleh pelaku usaha di Pulau Jawa, dengan porsi penyaluran sebesar 55 persen, diikuti Sumatera 19,4 persen, dan Sulawesi 11,1 persen. Pada tahun ini, realisasi penyaluran KUR ditargetkan sebesar Rp140 triliun.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif