BI Dipercaya Tahan Suku Bunga Acuan
Gedung Bank Indonesia (MI/SUSANTO)
Jakarta: Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) sore ini dipercaya bakal menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) di level 5,75 persen. Perkiraan itu mengingat depresiasi nilai tukar rupiah yang relatif terkendali dalam jangka pendek disertai tren inflasi yang rendah.

Kepala Kajian Makro LPEM UI Febrio Kacaribu menuturkan terdapat paradoks dalam pergerakan rupiah sebulan terakhir, di mana depresiasi yang terus berlanjut diikuti oleh deflasi bulanan secara berturut-turut.

Tercatat, penurunan inflasi umum dan inti pada September masing-masing menjadi 2,88 persen dan 2,82 persen (yoy) dari sebelumnya 3,2 persen dan 2,90 persen pada Agustus. "Kami berpendapat mempertahankan suku bunga pada hari Selasa merupakan tindakan terbaik saat ini," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, kepada Medcom.id, Selasa, 23 Oktober 2018.

Namun tekanan rupiah ke depan diprediksi masih berlanjut akibat defisit transaksi berjalan serta tren pengetatan kebijakan moneter secara global. Adapun jumlah modal keluar yang relatif kecil pada September dianggap cukup untuk memicu depresiasi ke tingkat Rp15.200 dari Rp14.900 per USD.

"Banyak eksportir yang pada tahun sebelumnya menukarkan sebagian aset dolar mereka ke rupiah dan memberi pasokan USD ke pasar dalam negeri dan mereka semakin enggan untuk melakukannya sekarang karena kekhawatiran akan depresiasi lebih lanjut," tutur dia.

Febrio menambahkan masih berlanjutnya depresiasi rupiah dan terkikisnya cadangan devisa, disertai risiko eksternal berupa perang dagang antara AS dan Tiongkok bisa menjadi pertimbangan BI untuk menaikkan suku bunga. Akan tetapi keputusan tersebut justru dapat menekan permintaan domestik dan membahayakan target inflasi.

"Mungkin dapat dimengerti bahwa Bank Indonesia tetap mempertimbangkan untuk kembali meningkatkan suku bunga dalam rangka menahan depresiasi. Tapi kami tidak melihat ada kebutuhan BI untuk menaikkan suku bunganya," pungkas Febrio.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id