Bank Indonesia (BI). MI/Usman Iskandar.
Bank Indonesia (BI). MI/Usman Iskandar.

BI: Biasanya Defisit Transaksi Berjalan Naik di Kuartal II

Ekonomi bank indonesia defisit transaksi berjalan
Husen Miftahudin • 25 April 2019 20:14
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebutkan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) akan melebar di kuartal II-2019. Karena berdasarkan polanya, CAD naik di kuartal kedua.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan melebarnya CAD pada kuartal kedua bukan disebabkan oleh defisit neraca perdagangan. Namun, pelebaran CAD di kuartal kedua lantaran terjadinya defisit pada neraca pendapatan dan jasa.
 
"Kuartal dua sesuai pola musiman current account deficit akan naik. Ini karena kuartal dua biasanya (defisit terjadi) di neraca pendapatan maupun juga services (jasa), khususnya pada pembayaran bunga dan juga dividen," ujar Perry dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 25 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia hal ini wajar sesuai dengan pola musimannya. Namun setelah itu, defisit transaksi berjalan akan kembali turun. Bahkan Perry yakin defisit transaksi berjalan secara keseluruhan tahun ini berada di bawah tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
 
"Memang kuartal dua current account bergerak naik. Tapi kami pastikan (CAD) akan di bawah tiga persen dari PDB tahun ini," ucap Perry.
 
Sementara terkait neraca modal dan finansial, BI menyampaikan akan terus meningkat dan berlanjut. "Dulu ke fixed income sekarang juga banyak ke equity. Demikian juga penerbitan green sukuk, global bond, dan lain-lain," urai dia.
 
Adapun surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal I-2019 didukung derasnya aliran masuk modal asing. Per Maret 2019, capital inflow tercatat sebanyak USD5,5 miliar. Kondisi itu membuat posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2019 mencapai USD124,5 miliar. Angka tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2018 sebesar USD120,7 miliar.
 
"Kami perkirakan secara keseluruhan kuartal dua surplus neraca modal dan finansial juga besar. Perkiraan kami sementara surplus neraca modal masih lebih tinggi dari defisit transaksi berjalan," pungkas dia.
 
Defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal IV-2018 tercatat sebesar USD9,1 miliar atau 3,57 persen dari PDB. Sementara secara keseluruhan tahun, defisit transaksi berjalan pada 2018 sebesar USD31,1 miliar atau 2,98 persen dari PDB.
 

(SAW)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif