Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Indonesia Bawa Semangat Industri 4.0 di WEF 2019

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia Revolusi Industri 4.0
Ilham wibowo • 23 Januari 2019 08:17
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto bakal mewakili Pemerintah Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting. Acara dilaksanakan pada 22-25 Januari 2019 di Davos, Swiss.
 
"Bagi Indonesia, tentunya WEF merupakan kegiatan penting karena bisa menjadi sarana dan wahana bertukar pikiran sekaligus menyesuaikan kembali strategi globalisasi ekonomi ke depan," kata Airlangga, melalui keterangan resminya, Selasa, 22 Januari 2019.
 
Menurut Airlangga para peserta bisa melihat sejumlah indikasi terhadap perkembangan ekonomi dan teknologi terkini secara global, tak terkecuali di negara-negara maju. Penyelenggaraan WEF ini juga terkait dengan upaya memacu sektor industri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Makanya selalu dilakukan setiap awal tahun, karena menjadi penting untuk menavigasi perubahan-perubahan pada 2019. Jadi, tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh pihak pemerintah, para korporasi yang hadir pun dapat mengambil peluang guna menetapkan kebijakan atau langah strategis mereka ke depan," paparnya.
 
Ajang WEF merupakan kesempatan untuk mengetahui berbagai perkembangan isu mengenai implementasi industri 4.0. Apalagi Indonesia telah menyatakan kesiapannya memasuki era industri 4.0 melalui peluncuran peta jalan Making Indonesia 4.0. Pemerintah berkomitmen untuk semakin mendongrak daya saing industri manufaktur nasional di kancah global.
 
"Kita harus lihat kisi-kisi kedepannya oleh para pelaku ekonomi agar tidak ketinggalan di dalam penerapan industri 4.0. Isu kali ini adalah globalisasi revolusi industri 4.0, jadi bagaimana kita siap menghadapinya," kata Airlangga.
 
Berdasarkan hasil riset McKinsey penerapan industri 4.0 mampu meningkatkan efisiensi manajemen operasi berkisar 5-12,5 persen. Selain itu, penerapan industri 4.0 dinilai dapat menekan pengeluaran untuk perawatan mesin hingga 10-40 persen dan meningkatkan daya tahan mesin 3-5 persen.
 
"Revolusi industri 4.0 adalah satu-satunya revolusi industri yang terantisipasi. Pada tahun ini, kita akan meluncurkan INDI 4.0 sebagai bagian tahapan implementasinya. Untuk itu, kami meminta pelaku industri untuk melakukan self assessment dalam kesiapan memasuki industri 4.0," tuturnya.
 
Di sela perhelatan WEF 2019, Menperin akan dijadwalkan melakukan pertemuan dengan beberapa menteri dan pelaku industri. Misalnya, Menteri Ekonomi dan Perencanaan Arab Saudi, Mohammed al-Tuwaijri serta Menteri Perindustrian dan Perdagangan Qatar, Ali bin Ahmed al-Kuwari.
 
Selanjutnya, dengan pelaku industri, antara lain dari Apple, Coca-Cola, Abbott, Novartis, dan AT&T. Airlangga pun menekankan bahwa Indonesia ingin terus menjalin kerangka kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan sejumlah negara potensial.
 
"Dalam pertemuan itu, kami memberikan sinyal bahwa Indonesia mengikuti perkembangan, termasuk globalisasi. Apalagi, kali ini kita masuk dalam WEF dengan posisi sudah menandatangani EFTA. Ke depan, CEPA Australia menjadi salah satu yang kita harapkan," ungkapnya.
 
WEF Annual Meeting merupakan satu-satunya pertemuan tahunan terbuka dan inklusif untuk mengumpulkan para pemimpin masyarakat global. Forum ini melibatkan 100 pimpinan dan jajaran pemerintahan, eksekutif dari 1.000 perusahaan global serta pemimpin organisasi internasional dan organisasi non-pemerintah yang relevan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi