Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Pesimistis, Perkiraan Realisasi PE & Rupiah Akhir 2015 Dipangkas

Suci Sedya Utami • 02 Juli 2015 08:24
medcom.id, Jakarta: Optimisme pemerintah yang menggebu-gebu ternyata tak bertahan lama. Melihat kondisi perekonomian saat ini, Pemerintah Kabinet Kerja akhirnya memangkas perkiraan asumsi makroekonomi dalam APBN Perubahan yang dipandang lebih realistis tercapai hingga akhir tahun.
 
Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran menyampaikan, pemerintah memperkirakan hingga akhir 2015 pertumbuhan ekonomi yang mungkin tercapai yakni 5,2 persen. Tentunya, perkiraan ini jauh dari asumsi awal sebesar 5,7 persen.
 
"Melihat realisasi semester I sebesar 4,9 persen, dan perkiraan di semester II sebesar 5,5 persen, maka outlook hingga akhir tahun sebesar 5,2 persen," kata Bambang di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Juli 2015.

Begitu juga dengan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang diperkirakan capaian hingga akhir tahun sebesar Rp13.100 per USD, lebih rendah dibanding asumsi awal Rp12.500 per USD. Pasalnya, rupiah hingga 26 Juni lalu rata-ratanya tembus Rp13.338 per USD atau sudah terdepresiasi 7,22 persen. Sehingga dengan realisasi pada semester I sebesar Rp12.964 per USD dan diperkirakan semester II rata-ratanya akan mencapai Rp13.236 per USD.
 
Sementara untuk inflasi, diperkirakan realisasinya secara year on year sebesar 7,4 persen sehingga pada akhir tahun diperkirakan bisa ditekan daeri asumsi awal lima persen menjadi 4,2 persen. Sementara untuk tingkat suku bunga SPN 3 bulan akan lebih rendah menjadi enam persen dari asumsi awal 6,2 persen.
 
Sedangkan, untuk harga minyak mentah Indonesia hingga akhir tahun hanya mampu tercapai USD59 per barel dari asumsi awal USD60 per barel. Hal ini mengingat, masih lemahnya harga minyak dunia. Lebih jauh mengenai lifting minyak dan lifting gas masih sama sesuai asumsi awal yakni masing-masing 825 ribu barel per hari dan 1,2 juta barel per hari setara minyak.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan