Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: MI/Irfan)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: MI/Irfan)

Upaya Pemerintah Selamatkan Ekonomi RI dari Guncangan Global

Suci Sedya Utami • 16 Agustus 2018 09:25
Jakarta: Perekonomian global saat ini memang bisa dikatakan dalam keadaan tidak baik. Berkali-kali guncangan menyerang mulai dari normalisasi kebijakan suku bunga AS, penurunan tarif pajak AS, perang dagang AS-Tiongkok, hingga yang terakhir depresiasi Lira Turki.
 
Kondisi tersebut suka tidak suka ikut memukul perekonomian negara lain termasuk Indonesia. Lihat saja rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) langsung dihantam pelemahan. Kondisi makin diperparah dengan membengkaknya defisit neraca berjalan (current account deficit/CAD) ke level tiga persen dari produk domestik bruto (PDB) karena impor yang lumayan tinggi.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan untuk mengurangi tekanan tersebut Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan berbagai langkah agar dampaknya tidak makin memburuk.

"Seperti disampaikan presiden, langkah-langkah akan dilakukan secara konsisten untuk mengendalikan agar pertumbuhan ekonomi kita pada saat lingkungan globalnya sangat enggak kondusif kita enggak alami disruption yang besar," kata Ani di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Agustus 2018.
 
Langkah yang paling utama dengan mengurangi impor. Di tengah gejolak ekonomi global saat ini impor yang tinggi menambah volatilitas mata uang makin menjadi-jadi. Oleh karenanya kini pemerintah akan melihak kembali komponen impor dari seluruh proyek-proyek pemerintah dan lebih mengutamakan penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).
 
"Kita reschedule proyek-proyek yang memang dianggap enggak memiliki dampak ke pertumbuhan ekonomi terlalu besar, penciptaan lapangan pekerjaan, itu kita akan seleksi," ujar Ani.
 
Sementara untuk industri dan perdagangan pemerintah telah membatasi impor 500 komoditas yang dianggap bisa diproduksi di dalam negeri.
 
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan di sisi lain kebijakan ini menjadi kesempatan bagi industri dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas produksinya terutama untuk mengisi kebutuhan di dalam negeri bahkan bila perlu hingga bisa dieskpor sehingga menghasilkan devisa bagi negara.
 
"Yang menjadi salah satu benang merah yang bisa kita manfaatkan adalah industri dalam negeri harus lihat ini sebagai kesempatan untuk maju," jelas dia.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan