Presiden Joko Widodo. FOTO: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo. FOTO: Biro Pers Sekretariat Presiden

Jokowi Beberkan 3 Kunci Akselerasi Pemulihan di Kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand, Apa Saja?

Angga Bratadharma • 11 November 2022 09:46
Phnom Penh: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan perlu tiga hal yang dilakukan dalam percepatan pemulihan ekonomi di kawasan. Hal itu penting dilakukan mengingat ekonomi global ke depan bakal dihadapkan pada tantangan yang juga besar yakni resesi.
 
"Perlu dilakukan tiga hal dalam akselerasi pemulihan ekonomi di kawasan, yaitu membangkitkan dan memulihkan sektor pariwisata sub-kawasan, mempercepat pembangunan hard dan soft infrastructure, serta mewujudkan ekonomi sub-kawasan yang hijau dan berkelanjutan," ungkap Jokowi, dilansir dari keterangan tertulisnya, Jumat, 11 November 2022.
 
Adapun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Signing Minister kerja sama subregional Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) mendampingi Presiden Joko Widodo pada Pertemuan KTT IMT-GT ke-14, di sela-sela Rangkaian KTT ASEAN ke-40 dan ke-41, di Phnom Penh, Kamboja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di tengah ketidakpastian global, KTT IMT-GT tahun ini dianggap krusial. Para pemimpin negara mengapresiasi upaya kolektif untuk memperkuat kerja sama dan mencatat selama periode 2014-2021, GDP IMT-GT meningkat sebesar 39 persen, bahkan di masa pandemi.
Baca: Sri Mulyani: RUU PPSK Bakal Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan

Lebih lanjut, Presiden Joko Widodo menekankan tiga hal fundamental yang perlu dilakukan dalam konteks pemulihan pembangunan. Pertama, membangkitkan sektor pariwisata sub-kawasan. "Saya kira ini sangat mendesak, karena pariwisata kita turun drastis hingga di atas 90 persen dalam dua tahun terakhir," jelas Joko Widodo.
 
Presiden Joko Widodo juga menyampaikan arahan untuk melakukan akselerasi teknologi digital dalam pemasaran dan pengembangan wisata halal di sub-kawasan. "Target kita menjadi global halal hub, dengan nilai pasar USD7 triliun pada 2030," ucapnya.
 
Hal kedua yang disampaikan Presiden Joko Widodo yaitu mempercepat pembangunan hard dan soft infrastructure. "Infrastruktur fisik dan sumber daya manusia adalah pilar pembangunan. Keduanya tidak bisa dipisahkan, harus saling melengkapi,” ungkapnya.
 
Hal ketiga yakni mewujudkan ekonomi sub-kawasan yang hijau dan berkelanjutan. "Ekonomi hijau adalah masa depan perekonomian kita. Oleh karenanya perlu dilakukan percepatan transisi energi bersih, pengembangan lapangan kerja dan investasi energi terbarukan, serta mempercepat implementasi Kerangka Pembangunan Kota Hijau 2019-2036," pungkasnya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif