Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: dok Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: dok Kemenko Perekonomian

Krisis Global Harus Diatasi Bersama, Airlangga: Agar Tidak Menimbulkan Ego!

Angga Bratadharma • 06 Oktober 2022 11:31
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pembukaan The 8th G20 Parliamentary Speakers Summit menekankan krisis global yang sedang terjadi harus diatasi bersama-sama dengan semangat solidaritas. Hal itu agar tidak menimbulkan ego yang akan mempersulit negara-negara di dunia untuk bertahan menghadapi krisis global.
 
"Kita berkumpul di sini hari ini karena dunia telah berubah dengan cepat. Kita menyebutnya sebagai perfect storm, yaitu krisis multidimensi yang cepat. Seperti, tantangan keamanan, ekonomi, dan lingkungan ini telah menunda upaya kita untuk mempercepat pemulihan," tegas Airlangga, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 6 Oktober 2022.
 
Adapun Presidensi G20 Indonesia sejak awal memulai serangkaian agendanya dengan semangat untuk pulih bersama. Indonesia mengusung tema 'Recover Together, Recover Stronger' untuk mengajak negara-negara G20 agar dapat pulih bersama dalam menghadapi krisis multidimensi akibat pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Semangat tersebut hingga kini semakin relevan ditengah tantangan global yang terjadi saat ini. Terkait tantangan yang muncul akibat perubahan iklim, Airlangga menyampaikan, Indonesia mementingkan keseimbangan pertumbuhan ekonomi yang tetap memerhatikan aspek lingkungan.
Baca: Proyek Revitalisasi Bandara Halim untuk G20 Akhirnya Kelar

Indonesia telah melakukan transisi energi dengan berbagai upaya mulai dari co-firing PLTU dengan blue ammonia, carbon capture dan storage, serta financial model untuk untuk PLTU yang tidak efisien. Hal tersebut juga terkait dengan target untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
 
"Transisi energi harus berkeadilan, berkelanjutan, dan afordable bagi masyarakat," kata Airlangga.
 
Airlangga dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa Indonesia mendesak negara-negara maju untuk memenuhi janji mereka untuk menyediakan pendanaan guna penanganan perubahan iklim sebesar USD100 miliar kepada negara-negara berkembang.
 
Menyoal kondisi perekonomian nasional saat ini, Airlangga menjelaskan, kinerja ekonomi Indonesia hingga saat ini baik dan mampu tumbuh 5,44 persen pada kuartal II-2022. Menurutnya Indonesia optimistis karena memiliki modalitas ekonomi yang sembari melanjutkan reformasi struktural yang ada.
 
"Kinerja perdagangan Indonesia juga bertahan di rekor tinggi selama 28 bulan berturut-turut, mencapai USD24,8 miliar," pungkas Airlangga.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif