Ilustrasi. MI/ATET DWI PRAMADIA
Ilustrasi. MI/ATET DWI PRAMADIA

Defisit APBN Diprediksi Meleset dari Target

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia defisit anggaran rapbn 2019
Desi Angriani • 19 November 2019 07:19
Jakarta: Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 1,8 persen pada Oktober 2019 nyaris melampaui ambang batas yang ditetapkan pemerintah sebesar 1,84 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit tersebut naik 0,24 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.
 
Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan target pemerintah meleset meski proyeksi defisit APBN 2019 sudah direvisi persen terhadap PDB.
 
"Kalau dokumen negaranya kan 1,84 persen dan sekarang sudah 1,8 persen. Artinya dia meleset targetnya," kata Tauhid, saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 19 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya kondisi tersebut mesti diperbaiki dengan melakukan efesiensi atau penghematan pada pembiayaan proyek yang belum tepat sasaran. Di sisi lain, pemerintah juga diminta lebih rasional dalam menetapkan target makroekonomi termasuk penerimaan pajak.
 
"Belanja dikurangi, tidak ada APBNP. Upaya lain selain penghematan pemerintah harus pembiayaan yang bersifat investasi kalau belum perlu dikurangilah," terangnya.
 
Adapun pelebaran defisit lantaran penerimaan dari sektor migas, PNBP pajak dan pajak non migas mengalami tekanan. Realisasi penerimaan perpajakan sampai 31 Oktober 2019 baru mencapai 65,7 persen dari target APBN. Dari jumlah tersebut, realisasi PPh Migas tercatat sebesar Rp49,3 triliun dari target Rp66,2 triliun.
 
Kemudian realisasi pajak non migas hanya tumbuh 0,8 persen atau sebesar Rp969,2 triliun dari target Rp1.511,4 triliun. Peneriman kepabeanan dan cukai pun baru 74,4 persen atau setara Rp155,4 triliun dari target Rp208,8 triliun.
 
Secara keseluruhan realisasi pendapatan negara per Oktober 2019 baru 69,7 persen atau sebesar Rp1.508,9 triliun. Pendapatan negara tersebut berasal dari pendapatan dalam negeri dan penerimaan hibah.
 
Pendapatan dalam negeri terbagi atas penerimaan perpajakan sebesar Rp1.173,9 triliun atau setara dengan 65,7 persen, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp333,3 triliun atau setara 88,1 persen. Sementara penerimaan hibah tercatat sebanyak Rp1,7 triliun atau 395,5 persen dari target APBN.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif