Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono (tengah). (FOTO: dok Kemenko Perekonomian)
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono (tengah). (FOTO: dok Kemenko Perekonomian)

Reformasi Regulasi, Strategi Tingkatkan Investasi di Indonesia

Ekonomi investasi kementerian perekonomian
Nia Deviyana • 12 Juni 2019 15:36
Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan realisasi investasi di Indonesia pada kuartal pertama 2019 mampu meningkat 5,3 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
 
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menuturkan ini menjadi hal yang positif di tengah tren penurunan penanaman modal asing di emerging market dan tahun pemilu di Indonesia di mana investor memang biasanya melakukan aksi wait and see.
 
"Pemerintah akan melanjutkan momentum pencapaian ini dengan melanjutkan reformasi struktural yang selama ini telah dijalankan," kata Susiwijono di Gedung Ali Wardhana, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juni 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satu upayanya, lanjut dia, adalah dengan mengembangkan reformasi regulasi di Indonesia, yang tidak terbatas hanya pada peningkatan iklim investasi dan pelaksanaan Online Single Submission (OSS) atau Perizinan Berusaha Terintegrasi.
 
Untuk mendukung perbaikan regulasi, Indonesia mendapatkan dana hibah sebesar 1,14 juta poundsterling atau setara Rp20 miliar yang berlaku selama lima tahun hingga 31 Maret 2023. Bantuan tersebut bersumber dari hibah Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara, melalui Dana Kesejahteraan Pemerintah Inggris untuk memberi bantuan teknis bagi Pemerintah Indonesia.
 
Dengan perbaikan investasi, potensi investasi yang masuk ke Indonesia diharapkan meningkat. Apalagi, baru-baru ini peringkat daya saing Indonesia tercatat di peringkat 32 dalam laporan IMD World Competitiveness Ranking 2019, naik 11 peringkat dari tahun sebelumnya di peringkat 43.
 
"Ini merupakan capaian yang tertinggi di Asia Pasifik. Selain itu, Nikkei dan IHS Market merilis Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia mencapai posisi tertinggi dalam sembilan bulan terakhir yakni 51,6 di Mei 2019," terang Susiwijono.
 
Reformasi regulasi juga dilaksanakan guna menjaga momentum perekonomian Indonesia. Sebab, Indonesia masih mampu bertumbuh 5,07% persen secara tahunan atau year on year (yoy) di triwulan I-2019, dan diharapkan akan mencapai 5,3 persen sesuai dengan target pemerintah di akhir 2019.
 
Hal ini penting mengingat kondisi perekonomian global belum membaik, yang antara lain terlihat pada penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini oleh Bank Dunia dari 2,9 persen di Januari 2019 menjadi 2,6 persen di Juni 2019. Ditambah meningkatnya tensi perang dagang AS-Tiongkok yang berimbas pada perlambatan perdagangan internasional.
 
Susiwijono menuturkan, kerja sama teknis dengan Persemakmuran Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara ini sangat tergantung pada dukungan seluruh Kementerian dan Lembaga (K/L). Dalam hal ini, perlu peran aktif dari setiap K/L agar harapan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien melalui pelaksanaan reformasi regulasi dapat terwujud.
 
"Semoga hubungan bilateral Republik Indonesia dan Persemakmuran Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara akan lebih erat di masa depan dengan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan di segala bidang," pungkas Susiwijono.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif