Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Sektor Teknologi Informasi Dikhawatirkan Bikin CAD Melebar

Ekonomi pertumbuhan ekonomi neraca perdagangan indonesia defisit transaksi berjalan ekonomi indonesia defisit anggaran
Nia Deviyana • 28 Juni 2019 06:29
Jakarta: Sektor jasa, terutama teknologi informasi dan telekomunikasi dinilai bisa membuat defisit neraca transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) makin melebar. Sebab, teknologi sudah menjelma menjadi kebutuhan dasar yang makin meningkat permintaannya. Di sisi lain, Indonesia masih mengimpor barang-barang berbasis teknologi informasi.
 
"Pengguna internet 150 juta, dan pengguna media social mobile 130 juta. Basis handphone ini lah yang akan membuat CAD kita jadi negatif," ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB Nunung Nuryantono, saat mengisi diskusi bersama Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) di Hotel Century Park Senayan, Kamis, 27 Juni 2019.
 
Selain dari sisi jasa, data UN Comtrade menunjukkan impor barang untuk komoditas mesin dan peralatan elektronik (H585) pada 2018 sebesar sebesar USD21,45 miliar atau setara dengan 11,37 persen kontribusinya terhadap total impor.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan nilai tersebut, impor komoditas mesin dan peralatan elektronik menempati posisi ketiga komponen impor terbesar, setelah bahan bakar mineral dan reaktor nuklir dan permesinan," terang Nunung.
 
Setelah mengetahui komponen-komponen yang memberikan tekanan pada CAD, KEIN melakukan simulasi dampak kebijakan terhadap neraca pembayaran. Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta menerangkan dengan melakukan substitusi solar dengan biodiesel sebesar 50 persen, mendorong substitusi impor barang barang teknologi informasi dan telekomunikasi, mengendalikan impor gandum serta mempercepat swasembada gula dapat memperbaiki defisit neraca pembayaran.
 
"Bahkan, dapat memberikan surplus hingga lebih dari USD1 miliar," kata dia, pada kesempatan yang sama.
 
Namun, untuk bisa merealisasikan hasil simulasi tersebut dibutuhkan kebijakan yang strategis dan tepat. Salah satunya dengan mendorong penggunaan komoditas dan jasa sektor teknologi informasi dan telekomunikasi dalam negeri sehingga mengurangi beban biaya impor. Selain itu, pengembangan industri sektor teknologi informasi dan telekomunikasi wajib dilakukan.
 
"Kalau bisa menjadikan negara yang berhasil membangun industri sektor teknologi informasi dan telekomunikasi sebagai benchmarking untuk membangun dan mengembangkan sektor-sektor teknologi informasi dan telekomunikasi nasional," tuturnya.
 
Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia akan kembali naik pada kuartal kedua tahun ini.
 
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menerangkan, selain akibat masih tertekannya kinerja ekspor barang dan jasa, BI memperkirakan pelebaran CAD sejalan dengan kebutuhan repatriasi dividen dan pembayaran bunga utang luar negeri (ULN).
 
"Peningkatan ini, terjadi sesuai pola musiman kuartal kedua di setiap tahunnya," kata dia, belum lama ini.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif