"Kita sepakati rupiah menjadi Rp12.500 per USD," kata Pimpinan Sidang yang merupakan Ketua Komisi XI, Fadel Muhammad dibarengi ketukan palu sidang, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (26/1/2015) malam.
Angka ini merupakan angka tengah yang diasumsikan oleh Bank Indonesia (BI) pada kisaran Rp12.200-Rp12.800 per USD. Banyak yang menilai angka Rp12.200 per USD terlalu kuat, karena faktanya dari awal tahun hingga saat ini rupiah mengalami pelemahan hingga ke level Rp12.600 per USD.
"Kurs rupiah Rp12.200 per USD pada saat kita siapkan Desember untuk diajukan itu merupakan angka realistis, tapi melihat perkembangan kami berpendapat melihat range BI, Rp12.500 per USD adalah yang realistis," terang Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo mengatakan dirinya menyambut baik asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 2015 ditetapkan pada level Rp12.500 per USD.
"Karena yang itu (Rp12.200 per USD) kurang mencerminkan rata-rata dari apa yang direalisasikan pada 2014 maupun rata-rata yang akan terjadi di 2015, jadi kita sambut baik," jelasnya.
Sebagai informasi, kesepakatan kali ini masih akan dibawa pada pembahasan di level Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, untuk dibahas oleh Panitia Kerja (Panja).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News