"Dengan realisasi pendapatan negara sebesar Rp771,4 triliun dan realisasi belanja negara sebesar Rp913,5 triliun, maka realisasi defisit anggaran dalam pelaksanaan APBNP Tahun 2015 mencapai Rp142 triliun atau 1,22 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB)," ujarnya, di Kantor Kementerian Keuangan, Jalan DR Wahidin, Jakarta, Rabu (5/8/2015) malam.
Dirinya menambahkan, pendapatan negara yang mencapai Rp771,4 triliun itu setara dengan 43,8 persen dari target dalam APBNP Tahun 2015 sebesar Rp1.761,6 triliun. "Dari realisasi pendapatan negara tersebut, realisasi penerimaan pajak telah mencapai Rp621 triliun. Sementara penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp150,2 triliun," jelas dia.
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp913,5 triliun atau setara 46 persen dari pagu belanja negara APBNP 2015 sebesar Rp1.984,1 triliun. Realisasi belanja negara tersebut terdiri dari realisasi belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah dan dana desa.
"Realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp524,1 triliun atau 39,7 persen dari pagu belanja pemerintah. Sedangkan realisasi anggaran transfer ke daerah dan dana desa mencapai Rp389,3 triliun atau 58,6 persen," jelasnya.
Sedangkan realisasi pendapatan negara sebesar Rp207,5 triliun atau 93,2 persen dari sasaran direncanakan dalam APBNP Tahun 2015 sebesar Rp222,5 triliun. "Hal ini terkait dengan kebijakan front loading dalam pembiayaan anggaran. Strategi pemenuhan kekurangan pembiayaan dengan pinjaman luar negeri ditujukan untuk mengurangi beban penerbitan SBN," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News