Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin
Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo - - Foto: Medcom/ Husen Miftahudin

BI Yakin Indonesia Jauh dari Resesi

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Bank Indonesia dampak ekonomi covid-19
Ilham wibowo • 03 Juli 2020 14:43
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap positif di kisaran 0,9-1,9 persen sepanjang 2020. Proyeksi tersebut memberi keyakinan bahwa Indonesia jauh dari titik resesi ekonomi.
 
"Memang too early tapi sudah menggambarkan kita tidak sedang menuju ke titik resesi seperti bagaimana yang dikhawatirkan banyak orang. Meskipun memang kita lihat di triwulan II proyeksi pertumbuhan kita bisa melemah," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo dalam pemaparan di webinar LPPI, Jumat, 3 Juli 2020.
 
Menurutnya indeks ekspektasi ekonomi yang dipengaruhi oleh future income dan future employment masyarakat masih berada di titik landai pada Mei 2020. Survei ini memberikan harapan bahwa angka per Mei 2020 relatif terhenti dan tidak akan turun pada periode berikutnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian volume perdagangan global pada Mei 2020 juga tercatat cukup melandai dari perkiraan awal. Hal ini dipicu oleh pembukaan perdagangan di Tiongkok yang berdampak positif bagi kinerja perdagangan Indonesia.

 
"Ekspor kita pada Mei menunjukkan perbaikan meskipun pada pertumbuhan negatif," ungkapnya.
 
Dody menambahkan kinerja ekspor sudah mulai terlihat pada beberapa komoditas terutama emas dan baja. Di sisi lain, rencana pembukaan kembali ekspor nikel yang sebagian besar dijual ke Tiongkok juga akan memberikan dorongan kinerja ekspor.
 
Tak hanya itu, data indikator awal pada pengapalan ekspor di pelabuhan juga menunjukan adanya gambaran sedikit membaik meskipun tidak seperti sebelumnya. Total bongkar muat kapal impor di Juni relatif tercatat naik dibandingkan kuartal pertama yang lalu.
 
BI memprediksi defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) akan berada di bawah 1,5 persen dari PDB dan terbantu karena impor yang menurun tajam. Angka Purchasing Manager's Index (PMI) juga relatif terjadi perlambatan yang tertahan dan menandakan ada beberapa kegiatan manufaktur yang sudah mulai bergerak.
 
"Jadi ini gambaran yang bisa kita lihat mudah-mudahan ada titik cerah dari dark tunnel yang panjang di depan kita," pungkasnya.
 

(Des)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif