?BKPM Bantu AP II Tawarkan 7 Proyek Infrastruktur ke Investor. Foto: dok MI.
?BKPM Bantu AP II Tawarkan 7 Proyek Infrastruktur ke Investor. Foto: dok MI.

BKPM Bantu AP II Tawarkan 7 Proyek Infrastruktur ke Investor

Ekonomi angkasa pura ii BKPM
Suci Sedya Utami • 02 Juli 2020 07:31
Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membantu PT Angkasa Pura II (Persero) untuk menawarkan tujuh proyek infrastruktur pada kegiatan market sounding. Ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan pembukaan kembali ekonomi pada kondisi kenormalan baru.
 
Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan publik serta mencari mitra strategis dalam pengembangan bisnis proyek infrastruktur yang ditawarkan tersebut. Plt Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Nurul Ichwan mengatakan pihaknya mendukung penuh pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan oleh AP II.
 
"Kami mendukung kegiatan ini karena pembangunan infrastruktur dan kemajuan ekonomi memiliki keterkaitan yang erat. Ini sudah dibuktikan ketika pemerintah fokus pada pembangunan infrastruktur di wilayah Indonesia Timur. Pada akhirnya, kegiatan ekonomi khususnya peningkatan investasi di Indonesia Timur semakin baik. Sehingga apapun yang kita lakukan, infrastruktur harus hadir lebih dulu sebelum bisnis-bisnis lainnya hadir," kata Nurul dalam keterangan resmi, Kamis, 2 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun tujuh proyek yang ditawarkan yakni.
 
1. Hotel bintang empat di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kerja sama yang ditawarkan berupa pengelolaan hotel sampai dengan 20 tahun.
 
2. Aeroland City Development Project at Tangerang. Kerja sama yang ditawarkan dalam pengembangan lahan untuk Business Park, Service Apartment, residential, sekolah, dan pergudangan.
 
3. Retail Area Management atau kerja sama pengelolaa retai area di 17 bandara AP II.
 
4. Concession Agreement for Advertising Management atau kerja sama pengelolaan periklanan pada 17 Bandara AP II, termasuk Bandara Soekarno Hatta.
 
5. Sky City di Bandara Soekarno Hatta; kerja sama pembangunan dengan konsep ToD (Transit Oriented Development), Convention Center, dan Service Apartment.
 
6. Airport City di Bandara Internasional Kualanamu. Kerja sama yang ditawarkan dalam pembangunan perumahan lokal dan gedung komersial (theme park, logistic park, dan factory outlet) di lahan 200 hektare (ha).
 
7. Airport City di Bandara Internasional Supadio berupa kerja sama pembangunan leisure mall, condotel, sport club, dan entertainment dalam satu kawasan.
 
"Kita berharap dari tujuh proyek yang ditawarkan tersebut, ketika ada investornya, maka kita akan lihat adanya multiplier effects yang diciptakan. Sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia," tambah Nurul.
 
Direktur Komersial AP II Ghamal Peris Aulia menyampaikan AP II mengelola 19 bandara di seluruh Indonesia. Penyediaan tujuh proyek infastruktur ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa bandara.
 
Kemudianmenciptakan customer experience yang baik, efektifitas dan efisiensi sistem operasi, serta model bisnis yang kompetitif. Sejalan dengan proyeksi akan membaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia, industri penerbangan dan kebandaraan diyakini akan kembali bergairah.
 
Ia mengatakan AP II sebagai pengelola bandara terbesar di Indonesia, yang juga salah satu bandara tersibuk di Kawasan Asia dan dunia yaitu Bandara Internasional Soekarno Hatta yang melayani penumpang sebanyak 54,2 juta pada 2019 dan secara korporasi sebanyak 94 juta, dihadapkan pada tantangan bagaimana membuat akselerasi dalam dinamika bisnis.
 
Sebagai gambaran, potensi Bandara Internasional Soekarno Hatta sebagai Primary Internasional Hub dan Regional Hub merupakan proyeksi pertumbuhan pergerakan angkutan udara untuk Bandara Internasional Soekarno Hatta yang selalu meningkat dari tahun ke tahun.
 
"Semoga kesempatan baik yang difasilitasi oleh BKPM ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta market sounding dan bisa memberikan nilai tambah dalam kerja sama di kemudian hari," ujar Ghamal.
 
Mengacu pada potensi pengembangan bisnis di industri kebandaraan yang semakin dinamis, salah satu upaya akselerasi bisnis yang akan dilakukan adalah dengan melakukan program kemitraan dengan investor yang kredibel di bidangnya untuk tujuh proyek tersebut dengan total nilai Rp16 triliun atau lebih dari USD1 miliar. Kerja sama dilakukan secara jangka panjang, sampai dengan 25 tahun agar memberikan balik modal yang menjanjikan bagi investor walaupun dalam masa pandemi covid-19.
 
Kegiatan market sounding diikuti oleh lebih dari 250 partisipan dari Indonesia dan luar negeri, yang berasal dari perusahaan swasta dan BUMN di bidang konstruksi, pengembang atau developer, pengelola bandara, ritel, periklanan, logistik, aviasi, pengelola kawasan, lembaga keuangan, konsultan, dan asosiasi usaha.
 
(AHL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif