Ilustrasi ekonomi indonesia. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.
Ilustrasi ekonomi indonesia. Foto : MI/MOHAMAD IRFAN.

Demi Ekonomi, Pemerintah Kebut Realisasi Anggaran di Kuartal I

Ekonomi anggaran ekonomi indonesia
Eko Nordiansyah • 10 Februari 2020 19:51
Jakarta: Pemerintah langsung mengebut realisasi anggaran tahun ini melalui berbagai program yang sudah disiapkan. Percepatan penyaluran anggaran ini dilakukan demi mendongrak perekonomian nasional, di samping juga mencegah dampak perlambatan ekonomi global.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan percepatan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Meski langsung jor-joran, namun penggunaan anggaran harus memperhatikan efektivitas belanja.
 
"Kita tentu berharap di kuartal I ini terutama pada Januari itu pelaksanaan dari APBN sangat masih belum meningkat. Dan Presiden telah sampaikan ke seluruh kementerian untuk lakukan belanjanya yang betul-betul efektif," kata dia di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin, 10 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di awal tahun ini, lanjut Sri Mulyani, pemerintah telah menggelontokan berbagai anggaran yang berdampak langsung bagi masyarakat. Misalnya saja penyaluran dana untuk Program Keluarga Harapan (PKH), dana desa, hingga dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
 
"Tujuannya, pada kaurtal I ini terjadi peningkatan dari belanja negara dalam rangka mengimbangi efek seasonal yang kuartal I masih lambat. Ini juga memeratakan antar kuartal," jelas dia.
 
Sri Mulyani menambahkan, pemerintah ingin ada pemerataan untuk sumber ekonomi di 2020. Pasalnya di kuartal II ada momen Ramadan dan Idulfitri dan penerimaan siswa baru di kuartal III, sehingga diharapkan anggaran pemerintah bisa berdampak positif di kuartal I ini.
 
"Kita akan lihat supaya lebih merata. Kita berharap dengan jumlah lebih banyak akan berikan dampak ungkit ke perekonomain. Kalau seberapa besar dampaknya, kita harus lihat dulu karena dari sisi GDP untuk konsumsi terutama tumbuh di bawah lima persen jadi perhatian," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif