NEWSTICKER
Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: Antara/ Indra Arief Pribadi
Menteri Keuangan Sri Mulyani - - Foto: Antara/ Indra Arief Pribadi

Pemerintah Bebaskan Pajak Hotel dan Restoran di 10 Destinasi Wisata Utama

Ekonomi pariwisata kementerian keuangan diskon pajak
Suci Sedya Utami, Nur Azizah • 25 Februari 2020 21:32
Jakarta: Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan fiskal untuk menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ancaman virus Korona dan perlambatan ekonomi dunia. Salah satu sektor yang paling terancam yakni pariwisata.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah bakal memberikan dukungan berupa insentif bagi 10 destinasi wisata utama. Insentif diberikan dalam bentuk penghapusan pajak hotel dan restoran di kawasan wisata tersebut selama enam bulan.
 
"Restoran mendapat insentif tidak harus membayar pajak selama enam bulan ke depan ini untuk 10 destinasi wisata," kata wanita yang akrab disapa Ani ini di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020.
 
Ani menjelaskan nantinya pemerintah pusat akan memberikan kompensasi berupa hibah atas pengurangan pajak tersebut agar daerah tetap akan mendapatkan pemasukan. Pasalnya, pajak hotel dan restoran di kawasan wisata selama ini dipungut oleh pemerintah daerah (pemda) dan menjadi pendapatan asli daerah (PAD).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita perkirakan Rp33 triliun dari pajak daerah ini yang akan kita bayarkan ke daerah supaya daerah tidak memungut pajak hotel dan restoran yang besarnya 10 persen," tutur Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.
 
Selain itu, lanjut Ani, terdapat dana alokasi khusus (DAK) fisik pariwisata sebesar Rp147 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana yang tidak mampu digunakan daerah itu nantinya akan dikonversi menjadi hibah sehingga bisa memacu pariwisata.
 
Wabah virus Korona dari Kota Wuhan, Tiongkok menyebabkan kegiatan ekonomi mengalami penuruna tidak terkecuali sektor pariwisata. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan sektor pariwisata Indonesia juga akan terkena dampak merebaknya Covid-19 ini.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan mayoritas wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia merupakan warga negara Tiongkok. Hal ini tercermin dari jumlah turis asal Tiongkok yang datang ke Indonesia mencapai 2,07 juta orang atau 12 persen dari total wisatawan mancanegara.
 
"Kalau ada larangan pasti dia akan berpengaruh pada jumlah wisman, pasti. 12 persen lumayan tinggi dari total 16, 11 juta orang, itu 1/8-nya," tutur Suhariyanto.
 
Pada Desember 2019 ketika musim liburan, turis asal Tiongkok menempati posisi ketiga yakni dengan jumlah 125,6 ribu orang yang berkunjung atau 11,2 persen dari total turis yang berkunjung sebanyal 1,37 juta orang.

 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif