Menko Maritim Luhut Pandjaitan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Menko Maritim Luhut Pandjaitan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Luhut Yakin Indonesia Terhindar dari Jebakan Utang Belt and Road

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia Belt and Road Initiative
27 April 2019 12:11
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan optimistis Indonesia bisa terhindar dari jebakan utang Belt and Road Initiative atau Inisiatif Jalur Sutra. Sebab proyek-proyek yang masuk dalam program yang diinisiasi Tiongkok ini menggunakan skema Business to Business (B to B).
 
"Ada yang memperingati debt trap, itu untuk yang skemanya tidak seperti kita. Kita tidak melakukan perjanjian G to G(antarpemerintah), kita gunakan skema B to B (antarbadan usaha). Itu sangat baik untuk mengurangi resiko jebakan ini," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu 27 April 2019.
 
Menurutnya skema B to B memungkinkan tidak ada uang pemerintah yang disertakan dalam proyek-proyek tersebut. Pemerintah hanya terlibat dalam studi kelayakan yang menyangkut lingkungan hidup, nilai tambah, transfer teknologi, skema bisnis dan pemanfaatan tenaga kerja lokal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seperti yang kami lakukan di Morowali, setelah 3-4 tahun nanti mereka akan menggantikan tenaga-tenaga kerja asing yang ada di sana. Sehingga anak-anak Indonesia, pekerja-pekerja Indonesia, akan ikut menikmati juga. Inilah yang disebut sama-sama untung," jelasnya.
 
Luhut menambahkan Inisiatif Jalur Sutra bukanlah ancaman bagi perekonomian global tetapi malah meningkatkan daya saing di kawasan.
 
"Kita melihat Uni Eropa memperluas rencana konektivitas blok Eropa-Asia, Rusia membangun Uni Ekonomi Eurasia, dan Amerika Serikat menciptakan kemitraan investasi infrastruktur Indo-Pasifik," tambah dia.
 
Sementara itu, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde meminta negara di dunia berhati-hati menanggapi isu jebakan utang itu.
 
"Jika tidak dikelola dengan hati-hati, investasi infrastruktur memang dapat menyebabkan utang yang bermasalah. Sebaiknya utang ini harus digunakan untuk pemakaian yang tepat, dan berkelanjutan di semua aspek," pesannya.
 
Adapun Presiden Tiongkok Xi Jinping mengaku tidak berusaha menjebak siapa pun dengan utang dan hanya memiliki niat baik. Menurutnya Inisiatif Jalan Sutra akan fokus pada transparansi dan pemerintahan yang bersih. Proyek besar infrastruktur dan perdagangan harus menghasilkan pertumbuhan berkualitas tinggi bagi semua orang.
 
Dalam kegiatan 2nd Belt & Road Forum for International Cooperation (BRFIC) diselenggarakan 25-27 April 2019 di Beijing, Tiongkok, delegasi Indonesia dipimpin oleh Wakil Presiden M Jusuf Kalla dengan didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir, serta Kepala BKPM Thomas Lembong.
 

(Des)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif