Pemerintah Tambah Jumlah Industri yang Bakal Dapat Diskon Pajak
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)
Jakarta: Pemerintah masih memfinalisasi revisi aturan insentif fiskal dalam bentuk diskon pajak atau tax allowance. Dalam revisi tersebut sektor industri yang bakal bisa mendapatkan tax allowance akan diperbanyak.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan dalam proses revisi tersebut pemerintah, dalam hal ini Kemenko Perekonomian, memang melihat sektor yang sebelumnya sudah ada apakah masih relevan atau tidak serta berpotensi untuk masuk ke dalam tax allowance.

"Mereka (Kemenko) mengombinasikan potensi sektornya yang sudah memakai allowance ini kita lihat sektornya, potensi pengambangan itu yang dilihat," kata Suahasil di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin, 25 Juni 2018.

Sama halnya seperti fasilitas lainnya yakni tax holiday, tax allowance ini nantinya akan diakses juga melalui online single submission (OSS) di Badan Kebijakan Penanaman Modal (BKPM) untuk mengetahui berapa nilai investasinya yang nantinya akan langsung terkoneksi dengan Direkorat Jenderal Pajak terkait fasilitas pemotongan pajak yang didapatkan.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir sebelumnya mengatakan pemerintah akan memperluas sektor industri untuk tax allowance menjadi 300 industri dari sebelumnya ditetapkan sebanyak 145 industri. Perluasan sektor tersebut menurutnya dilakukan untuk mendorong padat karya dan ekspor.

"Kita memperluas jadi banyak yang dapat itu inti revisinya ada 200-an sektor hampir 300 sektor itu saja yang utama tapi yang mendorong padat karya dan ekspor itu yang utama itu saja," kata Iskandar.

Sebagai informasi, berdasarkan PP Nomor 9/2016 tentang perubahan atas PP Nomor 18/2015 tentang fasilitas pajak penghasilan untuk penanaman modal di bidang-bidang usaha tertentu dan di daerah-daerah tertentu, pemerintah hanya memberikan kepada 145 industri.

Dengan rincian bidang usaha tertentu dan daerah tertentu sejumlah 74 industri antara lain industri kakao, kopi, pengolahan minyak, susu, dan lainnya. Serta, bidang usaha tertentu 71 antara lain industri properti wisata, pertambangan batu bara dan lignit, industri makanan, industri tekstil, dan lainnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id