Ilustrasi. (Foto: Antara/Yusran).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Yusran).

Pelonggaran GWM Berlaku Efektif Juli

Ekonomi giro wajib minimum
23 April 2018 11:43
Jakarta: Dari total GWM rupiah bank umum konvensional sebesar 6,5 persen, porsi GWM averaging diperlonggar dari 1,5 persen menjadi dua persen total dana pihak ketiga (DPK), yang akan berlaku pada 16 Juli 2018.
 
Kepala Grup Asesmen Ekonomi Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Firman Mochtar, menjelaskan pelonggaran kebijakan itu sebagai kelanjutan dari reformasi kerangka operasional kebijakan moneter untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter, mendukung fleksibilitas manajemen likuiditas perbankan, dan mempercepat pendalaman pasar keuangan.
 
Di sisi lain, dari total GWM valas bank umum konvensional yang sebesar delapan persen dari DPK, porsi GWM averaging akan mulai diberlakukan sebesar dua persen DPK. Untuk bank umum syariah dan unit usaha syariah (UUS), dari total GWM rupiah sebesar lima persen dari DPK, porsi GWM averaging mulai diberlakukan sebesar dua persen dari DPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Implementasi GWM rata-rata valas bank umum konvensional dan GWM rata-rata rupiah bank syariah akan mulai diberlakukan pada 1 Oktober 2018," ujarnya di sela pelatihan wartawan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akhir pekan ini.
 
Menurut Fiman, BI memandang perlu untuk menguatkan peran GWM. "Ini bukan pengetatan dan pelonggaran sebenarnya, kami meningkatkan tujuan itu tadi. Memberikan fleksibilitas kepada bank selama dua minggu. Selama dua minggu itu secara rata-rata harus dua persen."
 
Menurut Firman, kebijakan moneter GWM itu tak berubah. Yang mereka lakukan ialah memberikan fleksibilitas kepada perbankan. "Kami harap bank lebih meningkatkan manajemen likuiditasnya. Berdasarkan survei kami, inflasi sudah terkendali," ujarnya.
 
Penyempurnaan GWM averaging itu, menurutnya, akan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter dan menjaga stabiitas perekonomian.
 
Disambut baik
 
Keluarnya aturan tersebut di sambut baik kalangan perbankan. Direktur Utama BTN Maryono mengatakan ketentuan GWM itu memberikan kesempatan perbankan untuk lebih memaksimalkan likuiditas.
 
"Ketentuan yang baru itu berikan kemudahan, fleksibilitas kepada likuidititas kita semakin lebih diproduktifkan," ucapnya.
 
Hal itu membuat BTN optimistis pertumbuhan kredit pada tahun ini bisa mencapai target 20 persen. Hal senada dikemukakan Sekretaris Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rohan Nafas.
 
"Kebijakan tersebut lebih memudahkan bank mengatur likuiditas dan mengefisienkan unused liquidity sehingga digunakan untuk menambah kredit," ujar Rohan Nafas saat dihubungi Media Indonesia.
 
Dengan kelonggaran likuiditas tersebut, lanjut Rohan, Bank Mandiri optimistis target pertumbuhan kredit tahun ini bisa mencapai 12 persen.
 
Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso menyebut kebijakan BI bisa menambah likuiditas perbankan.Tidak menutup kemungkinan BCA menaikkan target pertumbuhan kredit seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi. Pada triwulan I tahun ini kredit BCA tumbuh 14,9 persen. (Media Indonesia)
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif