Kepala BPS Margo Yuwono. Foto: dok. BPS
Kepala BPS Margo Yuwono. Foto: dok. BPS

Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi Topang Ekonomi di Kuartal II-2021

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi investasi BPS Ekonomi Indonesia konsumsi rumah tangga
Eko Nordiansyah • 05 Agustus 2021 12:39
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia melesat hingga 7,07 persen di kuartal II-2021. Pendorong utama pertumbuhan dari sisi pengeluaran adalah konsumsi rumah tangga dan investasi.
 
Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, sebesar 84,93 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II tahun ini berasal dari konsumsi rumah tangga dan investasi. Apalagi pada periode tersebut, keduanya juga mengalami pertumbuhan.
 
"Artinya bahwa konsumsi rumah tangga dan investasi itu berpengaruh besar atau dominan mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan," kata dia dalam video conference, Kamis, 5 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di kuartal II-2021 ini, konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan 5,93 persen, sedangkan investasi tumbuh 7,54 persen. Sementara itu, konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) tercatat naik 4,12 persen dan konsumsi pemerintah naik 8,06 persen.
 
"Di sini kalau kita lihat, mulai dari konsumsi rumah tangga, konsumsi LNPRT, konsumsi pemerintah, PMTB, investasi, ekspor impor semuanya mengalami pertumbuhan yang positif. Tertinggi adalah pada ekspor tumbuh 31,78 persen diikuti impor 31,22 persen," ungkapnya.
 
Untuk konsumsi rumah tangga, ia menambahkan, pertumbuhannya didorong oleh kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi 104,42. Selain itu, penjualan eceran juga mengalami pertumbuhan sebesar 11,62 persen pada periode tersebut.
 
"Penguatan terjadi pada kelompok penjualan, yaitu makanan, minuman, dan tembakau, sandang, suku cadang dan aksesoris, bahan bakar kendaraan, serta barang lainnya," jelas dia.
 
Sementara pertumbuhan investasi didukung oleh realisasi belanja modal pemerintah yang tumbuh 45,56 persen serta realisasi investasi di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang tumbuh 16,21 persen secara year on year (yoy).
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif