Presiden Joko Widodo. FOTO: MI/RAMDANI
Presiden Joko Widodo. FOTO: MI/RAMDANI

TKDN Minta Ditingkatkan, Jokowi: Masa Jagung dan Kedelai Masih Impor!

Ekonomi Jokowi impor Kedelai Joko Widodo Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) presiden joko widodo jagung
Annisa ayu artanti • 28 April 2022 12:57
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) ditingkatkan untuk menghadapi gejolak ekonomi global. Adapun potensi TKDN di pusat mencapai Rp526 triliun, sementara di daerah Rp535 triliun sehingga total mencapai Rp1.062 triliun.
 
"Ini angka yang besar sekali. Jangan sampai angka yang sangat besar sekali ini dibelanjakan untuk barang-barang impor sehingga produksi dalam negeri tidak berkembang meningkat," kata Jokowi, dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2022, Kamis, 28 April 2022.

 
Jokowi menginstruksikan untuk menggunakan produk dalam negeri guna menjalankan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023. Sebisa mungkin, katanya, ada upaya untuk mengurangi impor. Di sisi lain, Jokowi minta untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional serta membuat kebijakan yang berpihak untuk industri yang memiliki konsentrasi pada substitusi impor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini sudah dua kali saya sampaikan. Bekerja fokus untuk meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri, TKDN. Artinya, belanja barang dan jasa, belanja barang modal dan jasa harus diarahkan kepada pembelian pada produk dalam negeri," tegasnya.
 
Ia menyayangkan selama ini Indonesia masih mengimpor hal-hal yang sebenarnya bisa terpenuhi dari dalam negeri. Beberapa di antaranya adalah jagung dan kedelai. "Jagung masih impor, tanam jagung. Kenapa? Menanam jagung dimanapun juga tumbuh, kenapa masih impor," tegasnya.

 
"Kedelai kita juga masih impor. Padahal banyak daerah yang sesuai untuk penanaman kedelai," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif