Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. FOTO: dok MI.
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. FOTO: dok MI.

Regulasi Investasi Bikin Peringkat Persaingan Global Indonesia Anjlok

Ekonomi investasi kemudahan berusaha
Desi Angriani • 09 Oktober 2019 19:08
Jakarta: Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menilai peringkat Indonesia untuk kategori persaingan global turun ke posisi 50 karena ketidakpastian regulasi di bidang investasi. Faktor tersebut membuat peringkat Indonesia berada pada skor keseluruhan 64,6 tahun ini.
 
"Itu lebih karena regulasi kita yang terlalu rumit dan institusi pemerintah yang belum terlalu ramah investasi," kata Bambang kepada Medcom.id seusai SDGs Annual Conference 2019, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu, 9 Oktober 2019.
 
Selain rumitnya regulasi investasi, tumpang tindih aturan di kementerian/lembaga juga berimbas pada minat inevstor. Di sisi lain, Singapura, Thailand dan Malaysia semakin agresif menawarkan berbagai kemudahan penanaman modal sehingga peringkat persaingan global Indonesia semakin tertinggal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ditambah saingan kita semakin agresif menawarkan berbagai kemudahan," ungkapnya.
 
World Economic Forum sebelumnya merilis Indonesia turun peringkat dalam kategori persaingan global. Posisi Indonesia turun dari sebelumnya peringkat 45 ke posisi 50.
 
Indonesia tercatat jauh di bawah beberapa negara sekawasan seperti Thailand di peringkat 40 dan Malaysia di peringkat 27. Meski lebih tinggi, kedua negara tersebut juga mengalami penurunan sebanyak dua peringkat dari posisi tahun lalu.
 
"Krisis keuangan yang disinyalir berkontribusi terhadap perlambatan ekonomi di semua negara," ujar Profesor Klaus Schwab, dalam laporan tersebut, seperti dikutip dari laporan WEF, Rabu, 9 Oktober 2019.
 
Namun demikian Indonesia masih unggul atas Vietnam yang menempati posisi ke-67, Filipina di posisi 64, dan Laos di posisi 113. Sementara Singapura yang pada tahun lalu ada di peringkat ke-2, pada tahun ini menempati peringkat pertama dengan skor 84,8. Negeri Singa itu unggul dalam hal infrastruktur, kesehatan, pasar tenaga kerja, dan sistem keuangan.
 
Indeks persaingan global diukur dari 12 pilar, yakni kelembagaan, infrastruktur, teknologi informasi dan komunikasi, stabilitas makroekonomi, pemasaran produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar, kesehatan, skill, dinamisme bisnis, dan kemampuan inovasi.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif