Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom/Eko.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom/Eko.

Realisasi Belanja Subsidi Melonjak hingga Rp28,3 Triliun

Ekonomi subsidi bbm BBM Sri Mulyani kur Kementerian Keuangan Ekonomi Indonesia belanja negara
Eko Nordiansyah • 20 April 2022 10:28
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi belanja subsidi pemerintah mengalami kenaikan hingga akhir Maret 2022. Bahkan realisasinya mengalami lonjakan mencalai Rp28,3 triliun.
 
Ia menyebut realisasi ini naik dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tiga tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp14,9 triliun pada 2019, kemudian mengalami kenaikan ke Rp16,2 triliun pada 2020, dan naik lagi menjadi Rp19,1 triliun pada 2021.
 
"Kalau tiga tahun berturut-turut subsidi dalam hal ini adalah berkisar antara Rp15 triliun sampai Rp19 triliun, tahun ini kita melonjak sangat tinggi di Rp28,3 triliun plus Rp10 triliun jadi Rp38,3 triliun sendiri, kenaikan yang sangat-sangat tinggi," kata dia dalam video conference, Rabu, 20 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam paparannya, pemerintah masih memiliki kurang bayar tahun sebelumnya sekitar Rp10,17 triliun. Kurang bayar ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang sebesar Rp6,85 triliun pada 2019, Rp2,47 triliun pada 2020, dan Rp2,27 triliun pada 2021.
 
Sementara jika dirinci, realisasi belanja subsidi terdiri dari subsidi energi yaitu Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 2,66 juta kiloliter, elpiji 3 kilogram 1,21 juta kilogram, pelanggan subsidi listrik 38,3 juta pelanggan, serta volume konsumsi listrik 9,8 TwH.
 
Kemudian untuk subsidi nonenergi realisasinya terdiri dari pupuk sebanyak 2,2 juta ton, debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2,1 juta debitur, kredit KUR Rp93,3 triliun, serta bantuan uang muka perumahan untuk 25,8 ribu rumah.
 
"Ini semuanya yang menggambarkan bagaimana APBN hadir sebagai pertama, mendongkrak kegiatan ekonomi masyarakat. Kedua, menjadi bantalan pada saat masyarakat dihantam saat ini melalui harga-harga komoditas," pungkas dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif