Ekonomi Indonesia. Foto : MI.
Ekonomi Indonesia. Foto : MI.

LPS Prediksi Ekonomi Kuartal II Bisa Tumbuh 5,5%

Eko Nordiansyah • 18 Mei 2022 16:22
Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin kuat pada kuartal II-2022. Bahkan pertumbuhan ekonomi diperkirakan bisa mencapai 5,5 persen atau lebih tinggi dari capaian di kuartal I tahun ini yang sebesar 5,01 persen.
 
Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pertumbuhan ekonomi di kuartal II akan lebih cepat lagi karena adanya momentum Ramadan dan Idulfitri. Selain itu, perayaan Idulfitri tahun ini juga lebih longgar dibandingkan dengan tahun lalu karena covid-19 yang terkendali.
 
"Kita lihat kan ada kenaikan demand di Lebaran kan. Tahun lalu kita tidak ada Lebaran, tahun ini ada Lebaran. Tahun lalu (mudik) ditutup, tahun ini dibuka. Jadi tumbuhnya akan lebih cepat, mungkin di atas lima persen," kata dia dalam Fortune Indonesia Summit 2022 di Hotel Westin, Jakarta, Rabu, 18 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan perputaran uang selama perayaan lebaran tahun ini juga menunjukan keyakinan konsumen yang semakin positif. Dengan kondisi tersebut, Purbaya meyakini pertumbuhan ekonomi akan melebihi kuartal I lalu.
 
"Kalau saya lihat dari uang yang beredar di sistem, itu tumbuhnya cepat sekali di saat-saat sekarang karena Lebaran kemarin. Artinya demand masyarakat sangat tinggi. Jadi pasti di atas kuartal I, mungkin di mendekati 5,5 persen," ungkapnya.
 
Purbaya mengungkapkan, tantangan akibat perang Rusia-Ukraina saat ini sudah bisa lebih diantisipasi oleh pemerintah meski menyebabkan kenaikan harga pangan dan energi. Namun ia meyakini pemerintah akan menangani kenaikan harga-harga ini sehingga tidak mengganggu pemulihan ekonomi.
 
"Sekarang sudah sebagian besar dari Australia impor gandum kita. Harusnya tidak ada masalah. Kalau yang lain-lain, harga BBM dan segala macam itu kelihatannya pemerintah akan mengatur sedemikian rupa, sehingga dampak ke inflasinya terukur. Dengan pengertian tidak sampai harus memaksa bank sentral menaikkan suku bunga," pungkas dia.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif