Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: dok MI/Irfan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: dok MI/Irfan.

Pemerintah Pelototi Daerah yang Belum Pulih secara Maksimal

Antara • 11 Agustus 2022 20:11
Bandung: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terus memantau akselerasi pemulihan seluruh daerah di Indonesia yang dapat dilihat melalui realisasi pertumbuhan ekonomi.
 
"Secara spasial kita tetap akan melihat apakah ada daerah atau sektor yang belum pulih sepenuhnya," katanya dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Bandung, Kamis, 11 Agustus 2022.
 
Meski demikian, Sri Mulyani menyebutkan semua pulau sudah mengalami penguatan pertumbuhan di kuartal II dengan Sulawesi, Jawa, Maluku, dan Papua yang tumbuh tinggi di atas perekonomian nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, sumber pertumbuhan tertinggi ekonomi Indonesia pada kuartal II masih disumbang oleh Jawa sebesar 3,32 persen, Sumatra 1,05 persen, dan Sulawesi 0,43 persen.
 
Sementara, pertumbuhan di Maluku dan Papua, Kalimantan, serta Bali dan Nusa Tenggara terutama didukung oleh peningkatan harga komoditas unggulan yang mendorong pertumbuhan sektor pertambangan.
 
Baca juga: Sri Mulyani Bangga Ekonomi RI Kuartal II Tumbuh Impresif

 
Secara rinci, Pulau Jawa yang berkontribusi sebesar 56,55 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional telah mampu tumbuh 5,66 persen (yoy) pada kuartal II-2022. Hal itu karena adanya jumlah penduduk yang padat, terutama daya beli masyarakat terutama kelas ke atas yang terus menggeliat.
 
Untuk Pulau Sumatra yang berkontribusi 22,03 persen terhadap PDB nasional tumbuh sebesar 4,95 persen pada kuartal II. Sedangkan Pulau Kalimantan dengan kontribusi 9,09 persen ke PDB nasional tumbuh 4,25 persen.
 
Untuk Pulau Sulawesi dengan kontribusi 7,1 persen ke PDB nasional tumbuh 6,47 persen. Maluku dan Papua dengan kontribusi 2,52 persen ke PDB nasional tumbuh 13,01 persen.
 
Di sisi lain, Bali dan Nusa Tenggara yang memiliki kontribusi 2,73 persen ke PDB nasional hanya tumbuh 3,94 persen mengingat arus masuk turis masih tertahan.
 
Di sisi lain, turis dari Tiongkok tertahan karena adanya lockdown, sedangkan turis dari Eropa tertahan karena adanya perang dan inflasi yang tinggi. "Sehingga yang masih bisa muncul (turis) di sekitar Asia di luar Tiongkok dan dari Australia," tegasnya.

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif