Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Menko Darmin Perkirakan Ada APBNP di 2019

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia rapbn 2019
Eko Nordiansyah • 04 Januari 2019 07:16
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan tahun ini akan ada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP). Sedangkan di tahun lalu pemerintah tidak melakukan perubahan terhadap APBN 2018.

Darmin menyebutkan tahun lalu tidak ada perubahan APBN karena pemerintah memasuki tahun akhir menjabat. Sementara berbeda dengan tahun ini yang akan diadakan Pemilihan Presiden (Pilpres), maka akan ada APBNP siapapun presidennya nanti.

"Pasti akan ada APBNP. Ya karena setiap tahun itu ada APBNP karena ada adjustment. Kemarin itu kan tidak ada APBNP karena juga sudah tahun terakhir sehingga ya tidak perlu ada APBNP. Tapi secara normal APBNP itu ada," kata Darmin, di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dirinya menambahkan kecil kemungkinan tidak ada APBNP untuk tahun ini. Hal itu akan terjadi hanya jika tidak ada perubahan terhadap penerimaan maupun belanja sebagaimana yang telah ditetapkan antara pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Tak hanya itu, Darmin memperkirakan dinamika global bisa memengaruhi apakah pemerintah perlu melakukan perubahan APBN atau tidak, terlebih lagi perkembangan global seperti harga minyak yang memiliki pengaruh signifikan terhadap APBN.

"Segala macam, (dinamika) dunia ini kan bergerak. Ya kita lihat lah, tapi bukan hanya karena itu. Tapi kalau segala macam berubah pasti ada APBNP," jelas Darmin.

Adapun ssumsi dasar dalam APBN 2019, yaitu pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, inflasi 3,5 persen, nilai tukar Rp15.000 per USD, tingkat bunga SPN 3 bulan 5,3 persen, harga minyak mentah USD70 per barel, lifting minyak bumi 775 ribu barel per hari, serta lifting gas bumi 1.250 ribu barel setara minyak per hari.

Sementara itu, pendapatan negara ditargetkan sebesar Rp2.165,1 triliun dengan belanja negara sebesar Rp2.461,1 triliun. Dengan demikian, defisit keseimbangan primer diperkirakan sebesat Rp20,1 triliun, sedangkan defisit anggaran 1,84 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi