Tenaga Kesehatan. Foto : Medcom.id.
Tenaga Kesehatan. Foto : Medcom.id.

Sri Mulyani: Realisasi Insentif Nakes di Daerah Capai Rp4,9 Triliun

Ekonomi Sri Mulyani Kementerian Keuangan APBN 2021 Tenaga Kesehatan
Eko Nordiansyah • 26 Oktober 2021 13:18
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, realisasi insentif tenaga kesehatan (nakes) di daerah terus mengalami perbaikan. Hingga September 2021, realisasi insentif nakes di daerah mencapai Rp4,9 triliun atau naik dibandingkan Juni lalu yang baru sebesar Rp629,5 miliar.
 
Ia mengatakan perbaikan realisasi insentif nakes ini didorong oleh realisasi penanganan kesehatan yang bersumber dari earmark Dana Alokasi Umum/Dana Bagi Hasil (DAU/DBH) yang mencapai Rp14,7 triliun. Realisasi belanja penanganan covid-19 di daerah ini terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
 
"Dengan kenaikan ini, kita lihat ada perbaikan untuk pembayaran (insentif) untuk tenaga kesehatan di daerah ini cukup baik yang diharapkan akan terus terjaga," kata dia dalam video conference dilansir di Jakarta, Selasa, 26 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, rata-rata perkembangan realisasi insentif nakes di daerah ini tumbuh 142 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Juli 2021 yang mencapai 246 persen atau Rp2,17 triliun, lalu Mei tumbuh 204 persen menjadi Rp251,4 miliar, dan Juni yang tumbuh 150 persen menjadi Rp629,5 miliar.
 
"Secara umum, penyerapan belanja kesehatan dan prioritas lainnya untuk insentif tenaga kesehatan yang bersumber dari earmarking DAU/DBH secara nasional masih rendah, dengan realisasi Rp4,9 triliun atau baru 53,6 persen dari total anggaran Rp9,2 triliun," ungkapnya.
 
Selain itu, Sri Mulyani menyebut, realisasi penyerapan belanja pemulihan ekonomi di daerah dari earmarking DAU/DBH juga masih rendah. Meskipun pertumbuhannya cukup tinggi, namun secara nasional realisasinya baru Rp9,2 triliun atau 36,39 persen dari pagu anggaran sebesar Rp25,3 triliun.
 
"Masih sangat rendah dibandingkan pagu anggarannya. Sebetulnya ini sudah sampai akhir September tapi posisinya masih di bawah 40 persen dari total belanja. Jadi pastinya di daerah masih bisa mengakselerasi," pungkas dia.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif