Ilustrasi Bansos. Foto: dok MI.
Ilustrasi Bansos. Foto: dok MI.

Kunci Indonesia 'Siap' Hadapi Krisis Global, Bansos Tepat Sasaran Paling Penting!

Despian Nurhidayat • 28 September 2022 09:47
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia harus bersiap menghadapi badai sempurna atau perfect storm akibat krisis global yang melanda.
 
Menanggapi hal tersebut, Kepala Departemen Ekonomi Centre for Strategic and Internasional Studies (CSIS) Fajar Hirawan merasa wajar jika Indonesia harus lebih siap dalam mengantisipasi ketidakpastian dan gejolak ekonomi global, khususnya pascapandemi.
 
"Yang pasti, kita harus menyadari sebagai salah satu negara di dunia, kita tidak bisa secara soliter memenuhi kebutuhan domestik dan perlu digarisbawahi bahwa setiap negara di dunia saat ini saling terhubung satu sama lain (network economy)," ungkapnya kepada Media Indonesia, dikutip Rabu, 28 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Fajar menjelaskan setidaknya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan Indonesia untuk menghadapi badai krisis dunia. Salah satunya ialah tidak terjerumus pada populisme kebijakan ekonomi yang cenderung inward looking.
 
"Indonesia harus dapat menunjukkan bahwa setiap negara di dunia harus tetap membuka diri dan meningkatkan kerja sama ekonomi, khususnya perdagangan dan investasi," kata Fajar.
 
Selain itu, sinergi yang baik antara otoritas fiskal (Kementerian Keuangan) dan moneter (BI) perlu dilakukan agar bauran kebijakan fiskal-moneter dapat secara efektif menjaga stabilitas ekonomi.
 
Baca juga: Habis dari Amerika, Luhut Minta Indonesia Bersiap Hadapi Badai Krisis Dunia

 
Terakhir, kebijakan bantuan sosial dan subsidi ditegaskan harus tepat sasaran agar mampu menjadi bantalan bagi masyarakat yang rentan terimbas badai krisis.
 
Dihubungi terpisah, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Piter Abdullah mengatakan Indonesia pasti akan terkena dampak krisis global. Namun, dia masih optimistis perekonomian Indonesia masih melanjutkan proses pemulihannya.
 
"Perekonomian Indonesia tidak bergantung banyak kepada ekspor melainkan lebih ditentukan oleh konsumsi domestik. Sementara seiring mulai meredanya pandemi, konsumsi masyarakat sudah berangsur kembali normal. Indonesia bisa mengandalkan pasar domestik untuk tumbuh ketika global mengalami resesi," tegas Piter.
 
Menurut Piter, saat ini yang harus dilakukan oleh Indonesia adalah menjaga momentum pemulihan ekonomi yang sedang berjalan agar tidak terganggu. Salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan ialah dengan tidak menaikkan kembali harga subsidi BBM ke depannya.

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif