Ilustrasi utang pemerintah - - Foto: dok AFP
Ilustrasi utang pemerintah - - Foto: dok AFP

Utang RI Capai Rp5.940 Triliun, Porsi Pemerintah Cuma 29,8%

Ekonomi Bank Dunia utang luar negeri surat utang Kementerian Keuangan
Eko Nordiansyah • 15 Oktober 2020 13:25
Jakarta: Bank Dunia merilis utang Indonesia pada akhir 2019 sebesar USD402,08 miliar atau sekitar Rp5.940 triliun (kurs Rp 14.775). Dalam laporan International Debt Statistics (IDS) 2021, Indonesia berada di posisi ketujuh dari 10 negara dengan jumlah utang terbesar.

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Kebijakan Fiskal dan Makroekonomi Masyita Crystallin menjelaskan posisi utang yang dicatat Bank Dunia merupakan total keseluruhan utang luar negeri. Artinya bukan hanya utang pemerintah saja, tetapi juga utang swasta.
 
"Bukan semuanya utang pemerintah Indonesia. Utang luar negeri pemerintah hanya 29,8 persen saja dari keseluruhan utang Indonesia yang tercantum," kata dia dalam keterangannya kepadaMedcom.iddi Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.
 
Menurutnya, posisi utang pemerintah jauh dibawah rata-rata negara sesama kategori BBB Fitch, yaitu 51,7 persen. Oleh karena itu, Masyita menyebut, membandingkan utang luar negeri antar negara perlu melihat nilai Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ibarat membandingkan nilai KPR, perlu disesuaikan dengan penghasilan. Berbanding dengan PDB, porsi utang Indonesia hanya 35,8 persen per Oktober 2019. Selain itu, utang luar negeri kita juga jangka panjang membuat risiko fiskal kita untuk membayar kewajiban masihmanageable," jelas dia.
 
Ia menambahkan banyak pihak yang mengkhawatirkan besarnya utang luar negeri Indonesia ini. Namun, Masyita menegaskan utang pemerintah Indonesia dikelola dengan sangat hati-hati dan akuntabel.
 
"Bu Sri Mulyani dikenalprudentdalam menjaga fiskal kita, sehingga resiko yang ada masih manageable dan terjaga. Bahkan, dalam empat tahun terakhir, kebijakan fiskal kita diarahkan untuk mengurangi angkaprimary deficit, sudah sangat mendekati angka positif di tahun ini, sebelum pandemi terjadi," pungkasnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif