<i>Tax Holiday</i> akan Berlaku Selama 20 Tahun
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Yogyakarta: Pemerintah dalam waktu dekat akan menerapkan tax holiday selama 20 tahun. Selain itu juga akan diberlakukan tax allowance. Pemberlakuan tax holiday dalam jangka panjang dan tax allowance ini guna menggaet dan mendongkrak target investasi yang sudah ditetapkan.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong optimistis pemerintah dapat menarik investasi sebesar Rp3.500 triliun hingga 2019. Perpanjangan waktu tax holiday serta pemberlakuan tax allowance diharapkan dapat mendukung pencapaian target investasi ini.

"Menkeu Sri Mulyani sudah setuju untuk memperpanjang tax holiday hingga 20 tahun," ujar Tom usai meluncurkan KLIK Kawasan Industri di Yogyakarta, Selasa, 13 Maret 2018.

Tax holiday merupakan kebijakan pemerintah membebaskan kewajiban pajak penghasilan badan bagi perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Sementara tax allowance adalah potongan pajak sebesar 30 persen dari nilai investasi dalam waktu tertentu.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan rencana perpanjangan waktu tax holiday ini sudah disetujui dalam rapat koordinasi dengan Presiden Jokowi, menteri keuangan, dan menko perekonomian.

Baca: Pemerintah Bakal Ubah Aturan Tax Holiday

"Presiden sudah setuju untuk diberi tax holiday. Kalau enggak lama (waktunya) enggak ada greget dan efek wow untuk menarik investor masuk ke Indonesia. Dalam waktu dekat mungkin akan diberlakukan," kata Ketum PP Golkar ini.

Pemberlakuan tax holiday dan tax allowance juga diharapkan dapat meningkatkan peringkat Indonesia dalam kemudahan investasi di mata dunia. Saat ini, indeks kemudahaan beriventasi di Indonesia berada di peringkat 72, lebih rendah dibandingkan Vietnam yang berada di 48. Dalam beberapa waktu ke depan pemerintah menargetkan mampu menaikkan indeks ke peringkat 50.

Airlangga berharap pemberian keringanan pajak ini dapat menarik investor pada sektor andalan Indonesia terutama sektor manufaktur yang padat karya dan padat modal.

"Industri andalan kita adalah otomotif, makanan minuman, kimia, dan manufaktur. Harapannya investor masuk bawa modal, ciptakan efek pertumbuhan ekonomi, buka lapangan kerja sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) kita bisa terpacu jadi lebih berkualitas," tegasnya.

Demi menyambut kehadiran investasi, pemerintah akan menggenjot kualitas SDM. Salah satunya caranya dengan mendorong pengembangan pendidikan vokasi di sejumlah universitas.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id