Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Ditjen Bea Cukai: Cukai Plastik Perlu Perhatikan Berbagai Aspek

Ekonomi bea cukai Cukai Plastik
03 Juli 2019 14:04
Jakarta: Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan penerapan bea cukai terhadap kantong plastik perlu memerhatikan berbagai aspek atau efek yang ditimbulkan. Hal itu penting agar keputusan yang diambil terkait hal tersebut tidak memberikan efek negatif di kemudian hari.
 
"Sama seperti prinsip cukai yang lainnya kita tidak bisa hanya memerhartikan satu dimensi saja," kata dia, usai rapat kerja sama dengan Menteri Keuangan dan Komisi XI DPR RI, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.
 
Beberapa dimensi lain yang harus diharmonisasi seperti kepentingan lingkungan, tingkat polusi, industri serta tenaga kerja akibat adanya penerapan cukai kantong plastik dan harus dipertimbangkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, pemerintah menganggap bahwa kalkulasi yang diajukan Kementerian Keuangan sebesar Rp30 ribu per kilogram atau Rp200 per lembar dianggap sudah bisa menyeimbangkan dimensi tersebut.
 
Ia menegaskan, besaran cukai kantong plastik juga tidak boleh terlalu rendah. Sebab, masyarakat akan merasa tidak ada efek untuk pengendalian sampah plastik di Indonesia. "Masyarakat merasa tidak ada bedanya antara dikenakan cukai dan tidak dikenakan cukai," ujarnya.
 
Namun, jika besaran cukai ditetapkan terlalu tinggi dikhawatirkan secara fundamental memengaruhi industri plastik dan berimbas kepada para tenaga kerja. Ia mengatakan pada dasarnya pemerintah ingin mengurangi penggunaan produksi kantong plastik yang tidak ramah lingkungan dan memberikan insentif kepada produk kantong plastik yang ramah lingkungan.
 
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengusulkan Rp30.000 per kilogram atau Rp200 per lembar terkait besaran tarif cukai kantong plastik yang akan diterapkan pemerintah. "Jika itu diterapkan maka affect inflasinya kecil yaitu 0,045 persen," kata dia.
 
Penerapan instrumen fiskal berupa cukai terhadap kantong plastik merupakan upaya untuk mengatasi persoalan sampah plastik di Indonesia. "Pengendalian kantong plastik dengan mekanisme cukai kami anggap tepat sesuai dengan instrumen yang didesain negara melalui Undang-Undang cukai," pungkasnnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif