Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengisi SPT Pajak. (FOTO: dok Tim Media Wapres)
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat mengisi SPT Pajak. (FOTO: dok Tim Media Wapres)

Wapres Tak Repot Isi SPT Pajak

Ekonomi jusuf kalla spt pajak
Dheri Agriesta • 18 Maret 2019 11:53
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisi surat pemberitahuan (SPT) tahunan melalui e-filling. Kalla mengaku tak perlu repot lagi mengisi SPT seperti dulu.
 
"Biasanya saya di Makassar, karena saya punya data yang tertulis di Makassar," kata Kalla usai mengisi SPT di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin, 18 Maret 2019.
 
Biasanya Kalla mengisi SPT secara manual di Makassar. Sekarang, Kalla mengisi SPT di Kantor Wakil Presiden didampingi Staf Menteri Keuangan bidang Kepatuhan Suryo Utomo dan Staf Menteri Keuangan bidang Pengawasan Puspita Wulandari.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kalla mengaku pembayaran pajak menjadi lebih gampang dengan sistem daring ini. Namun, Kalla sedikit kesulitan karena koneksi internet.
 
"Yang repot internetnya, koneksinya, mungkin banyak yang sekaligus bersamaan, jadi agak lambat respons-nya," kata Kalla.
 
Pemerintah pun akan terus meningkatkan kualitas sistem pembayaran pajak secara daring ini. Hal ini diperlukan agar pengisian SPT jadi semakin gampang dan lebih cepat.
 
"Sistem ini akan ditingkatkan sehingga bisa operasional 2024, sekarang ini prosesnya sudah jalan," jelas Kalla.
 
Kalla mengingatkan para wajib pajak agar jujur dalam pengisian SPT. Karena, pajak tersebut menjadi pemasukan utama bagi operasional negara.
 
"Ya semua pembangunan, semua gaji-gaji, semua pengeluaran negara 80 persen dari pajak," pungkas Kalla.
 
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama sebelumnya mengatakan pihaknya terus mengkampanyekan pelaporan SPT ini kepada wajib pajak. Meskipun dibatasi hingga 31 Maret 2019, pelaporan lebih awal disarankan untuk memberikan ketenangan dan kenyamanan.
 
"Kami terus kampanyekan penyampaian SPT tahunan, pada 3 Maret akan ada sosialisasi spektakuler di kawasan Bundaran HI Jakarta dan juga dilakukan di seluruh kota Indonesia lainnnya," ujar Yoga di kantor DJP, Jakarta, Senin, 25 Februari 2019.
 
Data Ditjen Pajak, tahun ini ada 17,6 juta wajib pajak yang diwajibkan melaporkan SPT-nya. Peningkatan pelaporan SPT juga didukung oleh adanya fasilitas pelaporan SPT secara elektronik seperti e-SPT, e-filing, dan e-form.

 
Ditjen Pajak juga melakukan penyederhanaan pelayanan SPT dengan memperluas channeling, yakni KP2KP dan layanan di luar kantor. Ribuan relawan dari kalangan mahasiswa juga bakal terlibat membantu pelaporan SPT secara elektronik.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif