Ilustrasi - - Foto: dok MI
Ilustrasi - - Foto: dok MI

Defisit Anggaran 2021 Makin Lebar Jadi Rp1.006,4 Triliun

Ekonomi Sri Mulyani Kementerian Keuangan defisit anggaran RAPBN 2021
Eko Nordiansyah • 11 September 2020 12:59
Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Kini defisit anggaran diperkirakan mencapai Rp1.006,4 triliun atau 5,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
 
Perkiraan defisit anggaran ini naik 0,2 persen dari PDB. Sebelumnya dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2021, defisit anggaran diprediksi sebesar Rp971,2 triliun atau setara 5,5 persen dari PDB.
 
"Keseluruhan defisit anggaran RAPBN 2021 mencapai Rp1.006,4 triliun atau naik menjadi 5,7 persen dari PDB. Kenaikannya Rp35,2 triliun atau 0,2 persen dari PDB," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI di Jakarta, Jumat, 11 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan pelebaran defisit terjadi karena perkiraan penurunan penerimaan negara untuk tahun depan. Sementara di sisi lain, terjadi kenaikan kebutuhan belanja negara sehingga membuat defisit makin lebar.
 
Pendapatan negara sebelumnya ditargetkan sebesar Rp1.776,4 triliun. Namun Sri Mulyani memperkirakan akan terjadi penurunan penerimaan perpajakan pada tahun depan sebesar Rp32,7 triliun sehingga menjadi Rp 1.743,6 triliun.
 
"Penerimaan perpajakan targetnya turun. Ini dikarenakan dari perkembangan penerimaan pajak kita hingga Agustus ini dan kita proyeksikan sampai akhir tahun memangbaselineakan lebih rendah dari Perpres 72," ungkapnya.
 
Sementara itu, belanja negara naik Rp2,5 triliun dari Rp2.747,5 triliun menjadi Rp2.750 triliun dalam postur sementara RAPBN 2021. Belanja pemerintah pusat dalam hal ini naik Rp3,3 triliun sementara transfer ke daerah dan dana desa turun Rp800 miliar.
 
"Ada kenaikan Rp2,5 triliun terutama berasal dari pos belanja pemerintah pusat yang merupakan belanja non K/L yaitu cadangan untuk program PEN. Belanja non K/L naik dari Rp921,4 triliun menjadi Rp924,7 triliun atau Rp3,3 triliun," pungkas dia.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif