NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

DBS Revisi Pertumbuhan Ekonomi RI hanya 4,4%

Ekonomi pertumbuhan ekonomi dbs indonesia
Annisa ayu artanti • 26 Maret 2020 11:19
Jakarta: DBS Group Research merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia akibat meluasnya penyebaran virus korona (covid-19) menjadi 4,4 persen.
 
Mengutip keterangan tertulis DBS Group Research, Kamis, 26 Maret 2020 kondisi eksternal dan pandemi virus korona membuat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tertahan.
 
Sektor pariwisata Indonesia merupakan sektor yang terkena dampak langsung dari covid-19. Penyebaran infeksi dan penutupan wilayah di banyak negara di dunia membuat kedatangan wisatawan terpengaruh. Adapun sektor pariwisata menyumbang sekitar dua persen dari produk domestik bruto (PDB).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sektor perdagangan, DBS Group Research mengatakan akibat virus ini bisa menimbulkan resesi diberbagai negara yang akan memengaruhi permintaan ekspor Indonesia.
 
Lebih lanjut, covid-19 juga berdampak pada sektor manufaktur dan jasa, termasuk fasilitas komoditas penunjang, restoran, ritel, pabrik produksi, konstruksi, dan lain-lain. Kebijakan pemerintah untuk menjaga jarak sosial (social distancing) untuk meminimalisir penyebaran virus membuat kegiatan tidak optimal.
 
Sementara dari segi konsumsi, DBS Group Research juga memperkirakan akan cenderung melambat karena penyebaran covid-19 semakin meluas. Di lain sisi, sektor domestik diharapkan bisa mengambil manfaat dari kebijakan penurunan suku bunga yang dimulai tahun lalu.
 
Pemotongan suku bunga itu diharapkan dapat menunjang pengeluaran rumah tangga.
Kemudian, belanja pemerintah dan stimulus fiskal sehubungan dengan covid-19 juga sangat diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekonomi.
 
DBS Group Research mencatat, pendapatan fiskal berbasis komoditas cenderung moderat, sedangkan pendapatan negara dari fiskal akan lebih rendah karena pemerintah menerapkan insentif dan keringanan untuk langkah-langkah stimulus ditengah korona. Menurut hasil riset tersebut, memungkinkan juga terjadi pelebaran defisit fiskal menjadi sekitar 2,5 persen dari PDB.
 
"Dengan mempertimbangkan faktor prospek global yang memburuk, dan dampaknya terhadap pertumbuhan domestik, serta risiko dari wabah lokal saat ini, mendorong kami merevisi turun prakiraan pertumbuhan 2020," tulis riset tersebut.
 
DBS Group Research memperkirakan pertumbuhan PDB 2020 sebesar 4,4 persen, turun dari lima persen dalam prakiraan sebelumnya, dan meningkat menjadi 4,9 persen pada 2021.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif