Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerbitan surat utang negara dengan tenor 50 tahun menunjukkan kepercayaan investor terhadap rekam jejak kondisi ekonomi dan pengelolaan keuangan negara. Foto: AFP
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerbitan surat utang negara dengan tenor 50 tahun menunjukkan kepercayaan investor terhadap rekam jejak kondisi ekonomi dan pengelolaan keuangan negara. Foto: AFP

Rilis Global Bonds Tenor 50 Tahun, Bukti Kepercayaan Investor Asing

Ekonomi investor sri mulyani surat utang kementerian keuangan
Eko Nordiansyah • 07 April 2020 20:08
Jakarta: Pemerintah mengaku yakin dengan kepercayaan investor asing melalui penerbitan global bonds seri RI0470 yang memiliki tenor selama 50 tahun. Penerbitan global bonds senilai USD1 miliar memiliki yield 4,5 persen dengan jatuh tempo pada 15 April 2070.
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penerbitan surat utang negara dengan tenor 50 tahun ini merupakan yang pertama bagi Indonesia. Dengan tenor panjang, secara implisit menunjukkan kepercayaan investor terhadap rekam jejak kondisi ekonomi dan pengelolaan keuangan negara.
 
"Kita manfaatkan 50 tahun karena preferensi dari investor global terhadap tenor bonds jangka panjang cukup kuat sehingga bisa menekan yield yang dianggap baik, ini menunjukkan risiko dan appetite dari investor," kata dia dalam video conference di Jakarta, Selasa, 7 April 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, penerbitan global bonds dengan tenor jangka panjang ini bisa memberikan profil jatuh tempo yang lebih seimbang antara beban jangka pendek, menangah dan panjang. Dengan tenor baru, pemerintah ingin menciptakan acuan tenor baru bagi surat utang negara (SUN) yang diterbitkan Indonesia.
 
"Tentu kita juga menggunakan tenor 50 tahun dalam rangka capitalize kurva tenor jangka panjang yang cenderung flat. Flat artinya dalam jangka panjang, perubahan dalam SBN yield tidak terlalu besar sehingga menyebabkan biayanya jadi tidak terlalu meningkat dengan jangka panjang lebih besar," jelasnya.
 
Sri Mulyani menjelaskan, imbal hasil yang ditawarkan pada global bonds tahun ini lebih baik dibandingkan dengan yang pernah diterbitkan pada 2015 dan 2018. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengingatkan pada 2018 lalu terjadi ouflow yang cukup besar ditambah dengan pelemahan nilai tukar.
 
"Kita mampu mendapatkan pricing atau yield yang lebih rendah. Ini sesuatu yang positif menggambarkan reputasi indonesia yang cukup stabil dan bahkan tenor 50 tahun lebih rendah dibandingkan tenor 10 tahun yang diterbitkan di 2018. Artinya kita sudah save cukup panjang untuk tenor lebih panjang dengan suku bunga lebih rendah," pungkasnya.
 
Selain itu, pemerintah juga menerbitkan global bond seri RI1030 sebesar USD1,65 miliar dengan yield 3,9 persen dan tenor 10,5 tahun hingga 15 Oktober 2030. Lalu seri RI1050, nominal yang diterbitkan USD1,65 miliar dengan yeild 4,25 persen, tenor 30,5 tahun yang jatuh tempo pada 15 Oktober 2050.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif