Kebutuhan Pokok Berkontribusi Turunkan Inflasi di April 2018

Dian Ihsan Siregar 02 Mei 2018 13:19 WIB
inflasiinflasi deflasibpsekonomi indonesia
Kebutuhan Pokok Berkontribusi Turunkan Inflasi di April 2018
Gedung BPS (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan posisi inflasi yang mencapai 0,1 persen di April 2018 atau turun dibandingkan dengan posisi di Maret 2018 banyak dikontribusikan oleh menurunnya harga kebutuhan pokok, khususnya harga beras. Diharapkan gerak inflasi terus terkendali hingga akhir tahun ini sejalan dengan perbaikan ekonomi di Tanah Air.

"Kalau dilihat rinci bahan makanan deflasi -0,26 persen. Harga beras turun -0,08 persen, ikan segar juga kasih deflasi -0,03 persen, dan cabai merah -0,03 persen," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti, ditemui di Gedung BPS, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.

Dia tidak menampik ada beberapa kelompok makanan yang naik tetapi kenaikan itu tidak terlalu besar efeknya terhadap tingkat inflasi. Adapun bahan makanan yang menyumbang inflasi yakni seperti bawang merah dan daging ayam ras.

"Kedua bahan makanan itu yakni bawang merah sumbang inflasi 0,07 persen dan daging ayam ras berikan inflasi 0,03 persen. Bahan makanan itu dominasi sumbangan inflasi," jelas dia

Sedangkan Bahan Bakar Minyak (BBM), lanjutnya, turut memberikan sumbangan terhadap tingkat inflasi di mana untuk bahan bakar memberikan inflasi 0,16 persen‎. "Kelompok rumah, air, listrik, gas, dan bahan bakar inflasi 0,16 persen, itu dipengaruhi oleh kontrak rumah yang andil 0,02 persen," tutur dia.

Adapun harga emas dan sandang juga memberikan dampak terhadap inflasi. Sandang berkontribusi sebanyak 0,02 persen ke tingkat inflasi dan emas perhiasan memberikan andil sebanyak 0,01 persen. Sementara itu, porsi inflasi secara tahun ke tahun mencapai 3,41 persen.

Sedangkan tingkat inflasi secara tahun ke tahun, tambahnya, masih dalam kondisi yang baik dan terkendali lantaran sejalan dengan target tingkat inflasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 di posisi 3,5 persen.

Lebih lanjut, ia mengatakan, tingkat inflasi sebesar 0,1 persen disumbang dari total 54 kota dengan deflasi terjadi di 28 kota. Inflasi tertinggi berada di Padang dan Kudus. "‎Kedua kita itu menyumbang inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen," terang dia.

‎Sedangkan posisi deflasi tertinggi, lanjut dia, berada di Kota Tual. Sementara deflasi terendah berada di daerah Medan, Lampung, dan Kota Tegal. "Tual deflasi tinggi -2,25 persen, dan tiga kota deflasi terendah -0,01 persen," pungkas Yunita.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id