NEWSTICKER
Illustrasi. Foto : MI/RAMDANI
Illustrasi. Foto : MI/RAMDANI

Belanja Kesehatan Jadi Lokomotif Selamatkan Ekonomi RI

Ekonomi anggaran insentif fiskal
Suci Sedya Utami • 24 Maret 2020 17:52
Jakarta: Ekonom Senior Indef Dradjad Wibowo menilai penambahan belanja untuk sektor kesehatan (health spending) dapat menyelamatkan ekonomi Indonesia di tengah infeksi virus korona.
 
Pasalnya perekonomian global termasuk Indonesia diprediksi akan mengalami penurunan akibat pandemi covid-19. Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani telah membuat skenario terburuk jika ekonomi hanya tumbuh di kisaran 2,5-0 persen.
 
Drajad pun mengapresiasi terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (covid-19). Dradjat mengatakan realokasi anggaran tersebut tentu menjadi kompensasi bagi pelemahan ekonomi nasional.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di dalam kondisi kita pada ancaman wabah, salah satu cara menyelamatkan ekonomi melalui belanja kesehatan yang besar-besaran. Ini bisa mengompenasasi penurunan ekonomi yang terjadi di berbagai sektor," kata Dradjad dalam diskusi virtual, di Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.
 
Dradjad mengatakan belanja kesehatan saat ini menjadi tumpuan dalam penanganan covid-19. Jika dalam kurva menunjukkan angka terinfeksi makin tinggi, kegiatan ekonomi tidak bisa diselamatkan meskipun pemerintah mengeluarkan berbagai paket kebijakan dalam bentuk fiskal.
 
Dengan penambahan anggaran kesehatan, pemerintah bisa memperbanyak ruang isolasi. Di sisi lain, kebutuhan ruang isolasi akan air conditioner (AC) dapat mendongkrak penjualan di sektor elektronik.
 
Kemudian permintaan terhadap tempat tidur, alat-alat medis, disinfektan, dan lainnya. Dradjad yakin dengan belanja besar-besaran di sektor kesehatan memicu multiplier efek pada industri turunan sehingga bisa menggerakkan perekonomian.
 
"Akan ada peningkatan demand untuk alat-alat kesehatan, masker, sanitizer dan sebagainya. Akan ada sectoral link-nya yang kuat. Jadikan medical spending sebagai locomotif untuk kita selamatkan ekonomi," jelas Dradjad.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif